Oleh karena itu perusahaan ekspansi kapasitas gudang dari 2.600 meter persegi menjadi 8.000 meter persegi yang nantinya juga bisa menyuplai kebutuhan 300 gerai lainnya. Namun dirinya belum memberikan informasi mengenai progres perluasan gudang tersebut. Sukarnen menambahkan tantangan retail ke depan akan evolving. Hal ini didasarkan karena Internet Of Things memungkinkan customer memiliki banyak pilihan untuk mengakses website perusahaan selama 24 jam sehari dan 7 hari per-minggu atau 24/7 yang sebelumnya ini tidak tersedia.

Menurutnya, fungsi retailer mesti berubah mengikuti hal ini. Sebagai perbandingan, Sukarnen menjelaskan bahwa misalnya di offline store, proses transaksinya cuma berjalan satu titik saja. “Di mana product, display, delivery, pembayaran, complaint semua cuma di satu titik,” lanjutnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (15/1/2019).
Sementara untuk online store, dia bilang proses transaksinya bisa terpecah ke beberapa titik. “Product ada di gudang, dan display ada di website, Belanja customer di website atau platform. Delivery melalui kurir. Sedangkan untuk komplain dan pengembalian melalui Customer Service,” paparnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.