nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Defisit Neraca Perdagangan 2018 Terburuk Sejak 1975

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 14:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 15 320 2004723 defisit-neraca-perdagangan-2018-terburuk-sejak-1975-z7RCIyURFU.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan sepanjang tahun 2018 mengalami defisit sebesar USD8,57 miliar. Defisit ini bahkan menjadi yang terdalam sejak tahun 1975.

BPS mencatat pada tahun 1975 neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD391,9 juta. Selepas dari tahun itu, selama 37 tahun neraca perdagangan terus menunjukkan kinerja positif dengan nilai surplus.

Namun pada akhirnya, kembali mengalami defisit di tahun 2012 yang terus berlanjut hingga 2014. Neraca perdagangan pada tahun 2012 mengalami defisit USD1,66 miliar, di 2013 defisit USD4,07 miliar, dan di 2014 defisit sebesar USD2,19 miliar.

Baca Juga: BPS: Neraca Perdagangan 2018 Defisit USD8,57 Miliar

Tiga tahun kemudian, sepanjang 2015 hingga 2017 kinerja neraca perdagangan kembali positif. Hingga akhirnya di 2018 mengalami defisit sebesar USD8,56 miliar.

"Kalau sejak defisit di tahun 1975, tahun ini yang terbesar (defisitnya). Kalau yang sebelum itu (tahun 1975) BPS sedang mengumpulkan lagi datanya," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Yunita Rusanti di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Yunita menyatakan, catatan kegiatan ekspor dan impor Indonesia sudah ada sejak zaman Belanda. Kendati demikian, BPS masih merapihkan data-data tersebut, sehingga data yang sudah tersusun baru sejak tahun 1975 saja.

bps

Namun, dirinya menilai defisit yang terjadi pada masa sebelum tahun 1975 juga tidak sebesar yang terjadi di tahun 2018. "Enggak (sebesar 2018), kayaknya ini (2018) yang paling besar. Tapi sejak kapannya ini kita belum mau menyebut," jelas dia.

Adapun defisit neraca perdagangan sejak tahun 2018 didorong laju ekspor USD180,06 miliar, sedangkan impor USD188,62 miliar.

Secara rinci sepanjang 2018 juga tercatat sektor non migas mengalami defisit sepanjang tahun lalu sebesar USD 3,83 miliar, sedangkan defisit migas USD12,40 miliar.

Defisit migas ini terdiri dari komoditas minyak mentah defisit USD4,04 miliar dan hasil minyak defisit USD15,94 miliar, sedangkan gas surplus USD7,58 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini