Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BEI Incar Debitur Bank Besar untuk IPO

BEI Incar Debitur Bank Besar untuk IPO
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalukan berbagai macam cara untuk mendorong perusahaan besar dan dinilai layak IPO untuk segera IPO. Salah satunya untuk memenuhi target emiten, BEI mewacanakan untuk memberikan kewajiban (mandatory)kepada perbankan untuk mengarahkan para debitur yang selama ini menarik kredit dalam jumlah besar untuk mencatatkan saham perdana (IPO) sebagai salah satu pilihan dalam menggalang dana.

Kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, saat ini baru ada dua perbankan yang aktif untuk mengarahkan nasabahbesarnya untuk melakukan aksi korporasi penawaran saham perdana (initialpublicoffering/IPO) yakniPT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk(BBCA).”Baru dua itu yang melaksanakan, tapi wacana dan sosialisasi jalan terus,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (17/1/2019).

Menurut dia, hal ini merupakan salah satu bentuk sinergi dengan stakeholder yang ada di pasar modal. Pasalnya, semakin besar perusahaan yang mencatatkan saham, menjadi potensi transaksi lebih dari mereka. Dia menyebutkan, selama ini dua debitur bank tersebut yang melakukan IPO memiliki portofolio kredit dengan nilai mencapai Rp1 triliun.

Baca Juga: Perusahaan di Papua Didorong Go Public

Biasanya, kata Hasan, kategorisasi profil ini dilakukan terlebih dahulu oleh pihak perbankan dan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan dengan bursa dan lembaga intermediary atau perantara lainnya. “Mudah-mudahan tanpa mandatory tetap akan ada. Kami akan jalani prosesnya, kami datangi satu-satu tapi juga rangkul intermediaries-nya," katanya.

Disampaikannya, target revisi emiten yang IPO bisa mencapai 75 emiten hingga 100 emiten merupakan angka masih realistis jika melihat kondisi yang ada sekarang. Bahkan juka melihat tahun 2018 saja, jumlah emiten yang IPO mencapai 62, melebihi target yang disusun yakni 35 emiten. “Bursa sudah melakukan koordinasi internal untuk memetakan agar mencapai target yang sama dengan OJK,” ujar Hasan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement