nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Defisit Neraca Perdagangan Terburuk Sepanjang Sejarah

Andrea Heschaida Nugroho, Jurnalis · Sabtu 19 Januari 2019 08:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 18 320 2006355 fakta-defisit-neraca-perdagangan-terburuk-sepanjang-sejarah-BeT8XgP0Fk.jpg Foto: Okezone

JAKARTA – Neraca perdagangan mengalami defisit salah satunya disebabkan oleh impor migas yang terlalu besar. Berikut fakta-fakta defisit neraca yang dirangkum oleh Okezone, Jumat (18/1/2018):

1. Wapres jelaskan sebab defisit neraca karena impor migas dan naiknya nilai ekspor.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan salah satu penyebab defisit neraca perdagangan Indonesia adalah impor migas yang terlalu besar.

Ada dua hal yang menyebabkan perdagangan kita defisit yakni impor migas yang terlalu besar, kemudian juga ekspor kita naik, tapi tidak sebesar (nilai) impor kita. Artinya, adalah kita harus lebih meningkatkan kapasitas dalam bidang energi," kata JK seperti dikutip Antara News, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

2. Menambah nilai produksi dapat membantu memperbaiki defisit neraca.

Wapres mengatakan, upaya pertama yang harus dilakukan untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan tersebut adalah dengan meningkatkan nilai tambah produksi dalam negeri.

"Dalam menghadapi tersebut tentu masalah-masalah yang kita hadapi ialah bagaimana meningkatkan nilai tambah daripada negeri kita. Itu tentu menjadi bagian pertama yang harus kita lakukan untuk memperbaiki neraca perdagangan," katanya.

3. Di tahun 2018, Indonesia alami defisit neraca terbesar hingga USD8,7 miliar sejak 1975

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada 2018 mengalami defisit terbesar sejak 1975, yakni mencapai USD8,57 miliar.

"Kalau kita lihat penyebabnya adalah lebih karena defisit migas yakni USD12,4 miliar. Sementara nonmigasnya kita masih surplus USD4,8 miliar," kata Kepala BPS Suhariyanto.

4. Perdagangan Indonesia alami surplus di berbagai negara, tapi terjadi defisit di China

Dia menambahkan selama 2018 perdagangan Indonesia dengan beberapa negara mengalami surplus, di antaranya dengan India surplus sebesar USD8,76 miliar, Amerika Serikat surplus hingga USD8,56 miliar dan Belanda surplus USD2,6 miliar.

Sementara, perdagangan mengalami defisit, di antaranya dengan Tiongkok USD20,8 miliar, Thailand USD5,1 miliar dan Australia USD2,9 miliar.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini