nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mas Murni Bakal Rights Issue Danai Akuisisi

Jum'at 25 Januari 2019 15:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 25 278 2009355 mas-murni-bakal-rights-issue-danai-akuisisi-HQpdc3D47o.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Dalam rangka perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) berencana melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau right issue, dengan melepas sebanyak 7.186.536.170 lembar saham baru. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Melansir Harian Neraca, Jumat (25/1/2019), emiten perhotelan ini menjelaskan, penerbitan saham baru itu dilakukan untuk pengambilalihan Obligasi Wajib Konversi (OWK) PT Anugerah Mitra Lestari (AML) senilai Rp430 miliar yang digenggam Brentfield Invesment Limeted. OWK tersebut dialihkan menjadi 95,24% saham dalam AML, sebuah perusahaan properti yang tengah mengembangkan kawasan multi fungsi di Surabaya.

Baca Juga: Pefindo Tarik Peringkat Taksi Express

Selain itu, saham baru perseroan akan digunakan untuk mengambilalih OWK PT Indo Udang Mas Lestari (IUL) senilai Rp27,5 miliar yang dimiliki Tumaco Pte, Ltd. Selanjutnya, perseroan akan memegang 80% saham IUL, sebuah perusahaan tambak udang. Selebihnya, saham right isue akan ditukar atau inbreng dengan sebidang tanah seluas 19 hektar di Megamendung, Bogor milik PT Jasa Puri Medikatama (JPM). Oleh perseroan, tanah tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan wisata alam terpadu.

Baca Juga: Pergerakan Tak Wajar, BEI Awasi Saham Siwani Makmur

Untuk diketahui, rencana inbreng saham tergolong transaksi afiliasi, karena Presiden Direktur MAMI, Djaja Santoso merupakan pemegang 19,23% saham IUL dan Direktur JPM, Melda Ladya Santoso memiliki hubungan keluarga dengan Djaja Santoso.

Untuk itu, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 1 Maret 2019 untuk mendapatkan persetujuan aksi korporsi ini. Sedangkan daftar pemegang saham yang berhak atau saham right issueadalah yang tercatat pada pukul 16.00 WIB tanggal 6 Februari 2019.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini