Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Sekarang Waktu yang Tepat untuk Membeli Saham?

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 28 Januari 2019 |15:13 WIB
Apakah Sekarang Waktu yang Tepat untuk Membeli Saham?
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Ketika Anda melihat tahun baru dengan pandangan segar, haruskah Anda melakukan pendekatan yang sama terhadap pasar saham?

"Jual (saham) di bulan Mei dan lupakan" adalah pepatah investasi kuno, merujuk pada kepercayaan tradisional bahwa saham menunjukkan kinerja yang lebih lemah di musim panas, dari Mei hingga Oktober, dan kinerja yang lebih kuat di musim dingin, dari November hingga April.

Menurut pepatah itu, Anda harus menjual saham di musim semi, tepat sebelum jeda musim panas, dan membelinya di musim gugur, tepat sebelum nilainya naik lagi. Kadang-kadang disebut juga dengan "indikator Halloween".

Baca Juga: Jumlah Investor Pasar Modal yang Dilindungi Tembus 1 Juta

Ada banyak kebenaran dalam hal ini. Temuan dari studi tahun 2002 menunjukkan bahwa pola ini berlaku di 36 dari 37 pasar maju dan berkembang yang dipelajari secara global, dan sangat kuat di Eropa.

Studi itu mencatat bukti-bukti bahwa temuan ini berlaku di Inggris, dan dapat ditelusuri ke belakang hingga 1694. Efeknya mungkin disebabkan oleh fluktuasi musiman dalam optimisme di kalangan investor.

Tapi ada pepatah lain yang menyarankan untuk berinvestasi di waktu lain dalam satu tahun, seperti "efek Januari" - kenaikan harga saham selama bulan pertama tahun ini - atau "reli Santa Claus" pada bulan Desember, dorongan serupa yang dikaitkan dengan optimisme musim liburan (dan bonus Natal).

IHSG Menguat 0,57 Persen ke Posisi 6.152,86  

Jadi, apa yang menyebabkannya? Apakah suatu waktu dalam setahun lebih baik daripada waktu lainnya untuk berinvestasi?

Menjual saham pada bulan Mei bukanlah apa yang sebenarnya dilakukan orang-orang. Peneliti AS dan Kanada menemukan bahwa investor lebih bullish (harga menguat) di musim semi dan berhati-hati di musim gugur.

Para penulis penelitian ini melihat bagaimana uang mengalir di antara berbagai kategori reksa dana dan menemukan bahwa orang lebih cenderung membeli aset berisiko di bulan-bulan yang lebih hangat, tetapi lebih tidak mau mengambil risiko di akhir tahun, kemungkinkan akan menjual aset berisiko lebih tinggi untuk membeli yang lebih aman.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement