nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Menguat ke Rp13.900/USD, KSP: Indonesia Jadi Radar Investor Global

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 15:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 31 278 2011933 rupiah-menguat-ke-rp13-900-usd-ksp-indonesia-jadi-radar-investor-global-Rxk5VtTChc.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatannya. Siang ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh angka Rp13.900 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (31/1/2019) pukul 12.30 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange berada di level Rp13.985 per USD.

Menanggapi hal tersebut, Deputi III Kepala Staff Kepresidenan Denni Puspa Purbasari mengatakan, penguatan Rupiah belakangan ini menyusul adanya kepercayaan investor asing terhadap ekonomi Indonesia. Hal tersebut terlihat dari modal asing yang masuk ke Indonesia cukup besar.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp13.900, BI: Karena Kebijakan The Fed

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing mencapai Rp19,2 triliun per 24 Januari 2019. Adapun rinciannya adalah Rp12,07 triliun masuk lewat pasar saham, Rp8,02 triliun ke Surat Berharga Negara (SBN) dan sisanya ke instrumen lainnya.

"Indonesia adalah salah satu radar investor global untuk jadi sasaran dana (asing) masuk," ujarnya saat ditemui di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Menurut Denni, ada beberapa hal yang membuat aliran modal asing yang ,asuk ke Indonesia cukup besar. Salah satunya adalah karena tidak lagi agresifnya Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk menaikan suku bunganya (Fed Fund Rate/FFR) pada tahun ini.

The Fed sendiri diprediksi hanya akan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 2 kali saja pada tahun ini. Hal tersebut terbukti pada awal 2019 ini, The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 2,25% hingga 2,50%.

"Barusan The Fed mengatakan bahwa akan gradually menaikkan, akan lebih patient," katanya.

Baca Juga: Rupiah Menguat Tembus Level Rp13.985 per USD

Menuruntya keputusan tersebut membuat para investor asing mengalihkan aliran modalnya ke negara-negara lain. Salah satunya adalah Indonesia yang dinilai memiliki potensi yang cukup besar jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi.

"Dan kita tahulah aliran capital tidak mengalir ke sana (Amerika Serikat). Jadi banyak mengalir ke potensi ekonomi-ekonomi dunia," ujarnya.

Ditambah lagi, lanjut Denni, para investor memandang jika Indonesia memiliki suku bunga yang cukup kompetetif. Hingga saat ini saja Bank Indonesia suku bunga acuannya di level 6,00%.

'Karena kalau dilihat dari price earning ratio dan satunya lagi earning growth itu di Indonesia masih kompetitif. Jadi why not, kamu taruh lagi di Indonesia uangnya," tuturnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini