nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Tembus Rp13.900, BI: Karena Kebijakan The Fed

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 14:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 31 278 2011926 rupiah-tembus-rp13-900-bi-karena-kebijakan-the-fed-W0ttIa120H.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kian perkasa. Siang ini Rupiah bergerak menguat ke level Rp13.000 per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (18/1/2019) pukul 12:30 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange berada di level Rp13.985 per USD.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menyatakan, penguatan tajam pada kurs Rupiah hari ini ditopang pelepasan valuta asing (valas) oleh investor asing dan perbankan.

Dia menjelaskan, pelepasan valas oleh investor asing dipengaruhi hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral AS, The Fed. Di mana Jerome Powell mengumumkan untuk menahan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) di kisaran 2,25%-2,5%, pada Rabu 30 Januari 2019.

Baca Juga: Rupiah Menguat Tembus Level Rp13.985 per USD

Kini The Fed pun mengadopsi pendekatan yang lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga acuan, kebijakan ini berbeda dari beberapa tahun terakhir yang agresif melakukan pengetatan moneter.

"Pelepasan valas karena kebijakan moneter Bank Sentral AS yang memutuskan tidak mengubah FFR dengan statement yang dovish. Di mana the Fed akan bersabar dalam membuat keputusan perubahan FFR ke depan dan mengindikasikan kemungkinan memperlambat proses normalisasi neraca The Fed," katanya kepada Okezone, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Dia menjelaskan, arah kebijakan The Fed tersebut membuat potensi kenaikan FFR berkurang, namun potensi penurunan FFR menguat. "Sehingga implied probability kenaikan FFR hingga Desember tahun ini kembali turun, sementara implied probability penurunan FFR di akhir tahun naik menjadi 22%," katanya.

rupiah

Sementara itu, adanya arus modal asing (capital iflows) yang masuk ke Indonesia. Pada hari ini saja, dana asing yang masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp2 triliun. "Itu per siang hari ini," kata dia.

Nanang menyatakan, BI akan tetap akan membiarkan Rupiah berlanjut menguat di bawah level Rp14.000 per USD. Hal ini karena kurs Rupiah dinilai masih undervalued, sehingga memiliki potensi untuk terus menguat ke level selanjutnya.

"Sekaligus untuk memperkuat confidence (kepercayaan) terhadap Indonesia," tuturnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini