nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNI Targetkan Penyaluran KUR Mikro Rp2 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 10:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 31 320 2011778 bni-targetkan-penyaluran-kur-mikro-rp2-triliun-BwI8yJYWuO.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTAPT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) optimistis dapat menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) mikro sebesar Rp2 triliun pada 2019.

Nilai ter sebut tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya menyalurkan Rp750 miliar dan sebesar Rp225 miliar pada 2017. GM Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo mengatakan, pada 2019 ini pihaknya menyiapkan berbagai strategi untuk menyiasati jaringan kantornya yang terbatas mencapai daerah terpencil.

Fokus perseroan masih akan menggenjot KUR ritel yang mendominasi dari total target penyaluran KUR oleh BNI tahun ini mencapai Rp16 triliun. “KUR mikro kami salurkan dengan bekerja sama dengan kelompok-kelompok seperti kelompok tani dan kelompok usaha lainnya.

Baca Juga: Tumbuh 12,1%, BNI Himpun DPK Rp578,78 Triliun di 2018

Pendekatannya melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Bambang di Jakarta kemarin. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan strategi menggandeng korporasi seperti yang telah dilakukan bersama PNM Mekaar.

Saat ini terdapat lebih 1.500 nasabah PNM Mekaar yang memenuhi kriteria naik kelas dan berhak untuk mendapatkan KUR mikro BNI dengan plafon maksimal sampai Rp10 juta yang tersebar di Jakarta, Garut, dan Tasikmalaya. Bambang menyebut sesuai dengan peraturannya, batas maksimal KUR Mikro Rp25 juta per debitur.

Namun di BNI, rata-rata debitur KUR Mikro mengajukan permintaan kredit Rp10 juta sampai Rp12 juta. Tahun ini, Bambang menyatakan sektor dan strategi yang kami bidik adalah produksi berupa pertanian, peternakan, jasa-jasa, dan industri pengolahan.

grafik

Selain itu, juga sektor perdagangan. “Kami juga tidak lupa mempermudah akses layanan berbasis digital untuk KUR Mikro,” paparnya. Sementara itu, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan pihaknya masih minim infrastruktur untuk akses nasabah mikro.

Perseroan masih mengandalkan sebatas jaringan cabang pembantu atau kantor cabang. “Kami terbatas jaringan outlet di daerah karena itu segmen ritel lebih besar. Porsi KUR mikro sekitar 12,5% dari total KUR Rp16,5 triliun tahun ini. Tahun lalu kami sukses menambah jatah penyaluran KUR dari yang direncanakan,” kata Baiquni.

Sebelumnya Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, penyaluran KUR nasional sepanjang 2018 tercatat sebesar Rp120 triliun. Ini artinya, mencapai 97,2% dari target yang sebesar Rp123,801 triliun.

(Hafid Fuad)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini