nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Inalum Buka-bukaan Aset Holding Pertambangan Rp162 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 19:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 01 320 2012618 bos-inalum-buka-bukaan-aset-holding-pertambangan-rp162-triliun-M6HHRBuEc2.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) (Persero) mencatatkan aset holding pertambangan pada Desember 2018 sebesar Rp162 triliun. Aset tersebut naik 74% dibanding periode serupa tahun 2017 sebesar Rp93,2 triliun.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, aset Inalum saat ini melonjak sebesar Rp160 triliun, setelah mendapatkan pinjaman dana untuk akuisisi PT Freeport Indonesia.

"Jadi, aset awalnya kami Rp100 triliun. Namun, sampai hari ini jadi Rp162 triliun, karena utangnya dihitung masuk. Dan kami terima cash USD4 miliar," ujarnya di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Dia menjelaskan, kas yang dibukukan oleh holding pertambangan juga tercatat naik 25% dibandingkan 2017, menjadi Rp23 triliun dari sebelumnya Rp18,3 triliun.

"Sementara utang yang dibukukan holding pertambangan tercatat mengalami peningkatan signifikan, sebesar 417%, menjadi Rp72,7 triliun dari Rp14 triliun pada 2017," tuturnya.

Sebelumnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akhirnya telah mengantongi dana USD4 miliar atau Rp58 triliun (Rp14.600 per USD). Dana itu didapat dari hasil penerbitan global bond.

Obligasi itu terbagi menjadi empat bagian berdasarkan masa jatuh temponya. Yakni, USD1 miliar dengan kupon 5,23% jatuh tempo pada 2021, USD1,25 miliar dengan kupon 5,71% jatuh tempo pada 2023, USD1 miliar dengan kupon 6,53% jatuh tempo pada 2028, dan USD750 juta dengan kupon 6,757% jatuh tempo pada 2048. (yau)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini