Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jembatan Udara Diklaim Sukses Turunkan Disparitas Harga

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 04 Februari 2019 |10:57 WIB
Jembatan Udara Diklaim Sukses Turunkan Disparitas Harga
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melanjutkan program jembatan udara sebagai program prioritas 2019. Program ini dijalankan berdasarkan koordinator wilayah (korwil).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan, terdapat lima korwil yang meliputi wilayah Papua, Sulawesi Selatan, serta Kalimantan.

“Kalau tahun lalu ada lima korwil, tahun ini kita tambah satu korwil, yakni Korwil Tanah Merah. Lima korwil lainnya Korwil Timika, Wamena, Dekai, Masamba, serta Tarakan,” ujar Polana di Jakarta.

 Baca Juga: Masalah Program Tol Udara: Berangkat Bawa Barang, Pulang Kosong

Polana optimistis program ini bisa kembali sukses sehingga mampu menurunkan disparitas harga dan memberikan dampak terhadap turunnya harga lima bahan pokok.

“Program yang dilaksanakan sejak 2017 ini mampu menurunkan di sparitas harga di daerah. Bahkan memberi dampak signifikan pada turunnya lima harga bahan pokok dengan persentase 57,21%,” ujarnya.

Pihaknya akan memperluas cakupan wilayah ke daerah-daerah terpencil dan tertinggal atau daerah yang belum terlayani moda transportasi lain. “Kita akan fokus menjangkau wilayah tertinggal dan terluar. Selama moda transportasinya bisa terintegrasi tentu akan lebih baik,” katanya.

Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, program jembatan udara harus dipertegas dengan memadukan integrasi moda di daerah. Menurut dia program ini akan mubazir jika pemanfaatannya salah sasaran. “Makanya, jangan sampai salah sasaran, tujuannya untuk disparitas, tapi pemanfaatannya untuk kepentingan lain. Makanya, dibutuhkan juga pengawasan. Terutama keterkaitan dengan moda lain,” ujar nya.

 Baca Juga: Nih, Progres Integrasi Tol Laut dan Jembatan Udara

Dia menambahkan, dengan lebih dari seratus rute perintis hendaknya bisa dibarengi kemajuan atau pertumbuhan ekonomi daerah terluar. “Ini pengawasannya harus ketat, jangan melibatkan pemerintah daerah setempat saja. Yang paling perlu adalah masyarakatnya,” kata dia.

Kemenhub juga akan meningkatkan kapasitas landasan udara sebanyak sembilan serta mengembangkan terminal di 29 lokasi. Termasuk melanjutkan pembangunan lima bandara baru, yaitu Bandara Siau, Bandara Tambelan, Bandara Muara Teweh, Bandara Buntu Kunik, dan Bandara Pantar. (Ichsan Amin)

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement