Share

Jam Kerja Tinggi Tak Pengaruhi PDB, Meksiko dan Korsel Buktinya!

Okky Wanda lestari, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 06 320 2014338 jam-kerja-tinggi-tak-pengaruhi-pdb-meksiko-dan-korsel-buktinya-tceNEzf9n1.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merilis tingkat produktivitas pekerja di seluruh negara.

Melansir Forbes, Rabu (6/2/2019), namun dibanyak negara di dunia ini, pekerja yang bekerja dalam seminggu tidak selalu menghasilkan tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

Menurut OECD pekerja di Meksiko, Korea Selatan dan Yunani memiliki beberapa shift tahunan terpanjang di dunia, rata-rata mencapai 2.257, 2.024 dan 2.018 jam per tahun masing-masing pada 2015.

 Baca Juga: Fokuslah pada Bagaimana Anda Bekerja, Bukan Kenapa

Namun, dalam hal produktivitas tenaga kerja di ketiga negara tersebut sangat berbeda. Lihat saja, pada 2017 dengan jam kerja yang banyak Produk Domestik Bruto (PDB) per jam yang dihasilkan hanya USD21,6 di Meksiko, USD37 di Korea Selatan, dan USD38,9 di Yunani.

OECD menggunakan PDB per jam bekerja sebagai ukuran produktivitas tenaga kerja dan mengukur seberapa efisien input tenaga kerja digabungkan dengan faktor-faktor produksi lainnya dan digunakan dalam proses produksi.

Sementara itu, Irlandia berada di puncak skala dengan PDB per jam bekerja USD99,5 dengan jam kerja 1.738 per tahun, diikuti oleh Norwegia dengan USD83,1 dengan jam kerja 1.419 per tahun, dan Jerman USD72,2 dengan jam kerja 1.356 per tahun.

Yang menarik, ketiga negara ini rata-rata memiliki jam kerja tahunan lebih sedikit dari pada negara-negara yang disebutkan di atas.

 Baca Juga: Teknologi Bisa Jadi Senjata Atasi Krisis Pekerja Terampil

Data tersebut tentu saja menunjukan bahwa gagasan empat hari kerja dalam seminggu tidak terlalu mengada-ada dan benar-benar dapat meningkatkan produktivitas dan menyamai output ekonomi saat ini.

Juli lalu, sebuah perusahaan di Selandia Baru melakukan uji coba dengan empat hari kerja dalam seminggu, menghasilkan peningkatan drastis dalam keseimbangan kehidupan kerja, produktivitas, komitmen tinggi dan tingkat stres yang lebih rendah.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini