nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS Menguat di Tengah Pemangkasan Ekonomi Eropa

Jum'at 08 Februari 2019 07:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 08 278 2015139 dolar-as-menguat-di-tengah-pemangkasan-ekonomi-eropa-likdp5IhlW.jpg Ilustrasi: Dolar AS (Okezone)

NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap euro pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan yang memburuk untuk kawasan zona euro, tetapi melemah terhadap safe-haven yen karena kekhawatiran baru atas ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Komisi Eropa memangkas dengan tajam proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro tahun ini dan berikutnya, karena pihaknya memperkirakan negara-negara terbesar blok tersebut akan tertahan oleh ketegangan perdagangan global dan tantangan-tantangan domestik. Demikian dikutip Antaranews, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Euro 0,11% lebih rendah terhadap greenback, merupakan penurunan sesi keempat berturut-turut. Euro juga turun di awal sesi setelah produksi industri Jerman secara tak terduga jatuh pada Desember.

 Baca Juga: Dolar AS Menguat Pasca-Pidato Kenegaraan Trump

Ketegangan perdagangan global dan meningkatnya utang publik mempercepat perlambatan di negara-negara terbesar di blok itu, mempersulit rencana Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga tahun ini dan melemahkan mata uang tunggal.

"Laporan ini pada dasarnya hanya menguraikan apa yang sekarang diketahui oleh semua orang, bahwa ada perlambatan yang nyata," kata Alfonso Esparza, analis mata uang senior di OANDA di Toronto.

"Semuanya menjadi semacam penggabungan dalam narasi ini bahwa bank sentral mungkin tidak akan melakukan apa pun untuk sisa tahun ini," katanya.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback versus euro, yen, pound Inggris dan tiga mata uang utama lainnya, naik 0,12% menjadi 96,505, kenaikan untuk sesi keenam berturut-turut.

 Baca Juga: Wall Street Lesu Imbas Ketidakpastian Kesepakatan Dagang AS-China

Jumlah orang Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran turun dari mendekati tertinggi satu setengan tahun pekan lalu, menunjuk pada kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan yang akan terus menopang ekonomi AS.

Kenaikan dolar AS baru-baru ini terjadi, meskipun Federal Reserve berubah menjadi dovish tentang suku bunga pada minggu lalu.

 Baca Juga: Wall Street Anjlok Usai Uni Eropa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi

Greenback sedikit melemah di tengah berita Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak mungkin bertemu sebelum tenggat waktu 1 Maret yang ditetapkan oleh pemerintah mereka untuk mencapai kesepakatan perdagangan.

Terhadap yen, yang cenderung menguntungkan selama tekanan geopolitik atau finansial karena Jepang adalah negara kreditor terbesar di dunia, greenback turun 0,11%

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini