nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kalbe Farma Siapkan Belanja Modal Rp1,5 Triliun

Jum'at 08 Februari 2019 13:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 08 278 2015265 kalbe-farma-siapkan-belanja-modal-rp1-5-triliun-fAIb6j6rfd.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Danai ekspansi bisnisnya, tahun ini PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) lebih dari Rp1,5 triliun di 2019. “Anggaran terbesar akan digunakan untuk membangun dua pabrik baru di Cikarang dan Pulogadung dengan total mencapai Rp1 triliun,”kata Presiden Direktur KLBF, Vidjongtius dilansir dari Harian Neraca, Jumat (8/2/2019).

Nantinya, kata Vidjongtius, kedua pabrik tersebut memproduksi obat bebas dari PT Bintang Toedjoe & Saka Farma yang sebagian besar sahamnya dikuasai KLBF. “Ini lagi jalan (pembangunan pabrik), selesai tahun depan dan sekarang lagi konstruksi. Untuk komersialnya tahun depan, mungkin tahun ini (capex) separuh dulu," ujarnya.

Baca Juga: Geber Penjualan, Kalbe Farma Bangun Pabrik di Vietnam dan Filipina

Selain itu, untuk pengembangan pabrik bahan baku obat dan produk biologi sebesar Rp500 miliar. Di mana, pengembangan tersebut rencananya mulai bisa dikomersilkan akhir tahun ini dengan menggandeng mitra dari Korea Selatan (Korsel) yang berkontribusi sekitar 40%. "Ini obat biologi untuk peningkatan sel darah merah, atau reitropoietin (EPO). Ini produk biologi pertama kita. Kita juga siapkan beberapa calon produk lainnya, tapi kita masih bicarakan bahan bakunya," jelasnya.

rupiah

Untuk mengembangkan teknologi produk baru, KLBF juga menjajaki kerja sama dengan beberapa neara seperti Korea, China, Jepang, India dan juga Eropa. Di mana, kerja sama yang didorong cenderung dari sisi pemberdayaan transfer knowledge. Selanjutnya, capex juga akan dimanfaatkan untuk membangun pabrik injeksi di Pulau Gadung dengan nilai Rp300 miliar. Harapannya, pabrik tersebut bisa berproduksi secara komersial di tahun ini.

KLBF juga menyediakan capex 2019, untuk mendanai penambahan kapasitas pabrik infus sebanyak Rp200 hingga Rp250 miliar di Bekasi. Disusul rencana pembukaan cabang distribusi baru di luar Pulau Jawa, dengan nilai berkisar Rp100 miliar hingga Rp150 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini