nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Melemah Jelang Pertemuan Lanjutan soal Perang Dagang

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 08 Februari 2019 21:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 08 278 2015538 wall-street-melemah-jelang-pertemuan-lanjutan-soal-perang-dagang-4xi0iotGAD.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka jatuh pada perdagangan Jumat waktu AS. Investor masih gelisah terhadap keputusan perang dagang antara AS dan China.

Melansir Reuters, Jumat (8/2/2019), putaran pembicaraan AS-China dijadwalkan minggu depan di Beijing. Akan tetapi Presiden Donald Trump mengatakan, bahwa dia tidak berencana untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum batas waktu 1 Maret yang ditetapkan oleh kedua negara untuk mencapai pakta perdagangan.

Jika kedua negara tidak dapat mencapai kesepakatan saat itu, tarif tambahan AS untuk impor Tiongkok akan berlaku. Hal ini memicu pelemahan bursa saham AS.

Baca Juga: Wall Street Lesu Imbas Ketidakpastian Kesepakatan Dagang AS-China

Adapun indeks utama Wall Street, S&P 500 turun 0,58%. Dow Jones turun 0,55% dan Nasdaq turun 0,83%.

Ketegangan perdagangan menambah kecemasan investor di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia. Hal ini mengirim indeks utama Wall Street turun tajam.

"Perkiraan negatif yang melanda seluruh pasar keuangan pada akhir pekan perdagangan terus menyoroti bagaimana sentimen investor tetap sangat sensitif terhadap setiap perubahan dalam narasi dengan perkembangan perdagangan AS-China," kata Analis Riset FXTM Lukman Otunuga.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Usai Uni Eropa Pangkas Pertumbuhan Ekonomi

Pembuat chip, yang mengandalkan perdagangan di China tergelincir. Advanced Micro Devices Inc, Micron Technology Inc dan Intel Corp turun antara 0,7% dan 2,5%.

Grup FAANG yang sangat terkenal - Facebook Inc, Amazon.com Inc, Apple Inc, Netflix Inc, dan Alphabet Inc - turun antara 0,5% dan 1,3%.

Coty Inc dalam perdagangan pmelonjak 13,9% setelah pembuat kosmetik melaporkan pendapatan dan laba triwulanan yang melampaui ekspektasi Wall Street, diuntungkan dari penjualan yang kuat di Amerika Utara.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini