nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penurunan Produksi Freeport Tak Ganggu Smelting

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 10:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2016706 penurunan-produksi-freeport-tak-ganggu-smelting-DhQmIpWz0H.jpg Tambang PT Freeport (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Smelting (PTS) memastikan produksi katoda tembaga tetap stabil meskipun PT Freeport Indonesia sebagai pemasok utama konsentrat tembaga mengalami penurunan produksi tahun ini.

Penurunan produksi disebabkan oleh masa transisi perpindahan operasional tambang terbuka (open pit) beralih ke tambang bawah tanah. “Penurunan produksi Freeport kami pastikan tidak mengganggu kinerja Smelting. Hal itu karena Freeport sudah berkomitmen memasok seluruh produksinya ke Smelting dengan total 1,1 juta ton,” ujar Manager General Affairs PTS Sapto Hadi Prayetno saat Pemaparan Kinerja PT Smelting 2019 di Jakarta kemarin. Menurut dia, realisasi produksi katoda tembaga Smelting tahun ini tetap terjaga.

Pihaknya merinci, dengan mengolah 1,1 juta ton konsentrat tembaga, maka akan menghasilkan 291.000 ton produk utama katoda tembaga dengan tingkat kemurnian 99,99%. Selain itu, Sapto menuturkan, PTS diproyeksikan mampu menghasilkan produksi samping hingga 1,04 juta ton asam sulfat (sulphuric acid ) dan sekitar 805.000 ton terak tembaga (copper slag). “Dengan proyeksi produksi seperti itu, PTS masih tetap bisa menjaga komitmen untuk memenuhi pasokan katoda tembaga terbaik ke pelanggannya, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tuturnya.

Baca Juga: Freeport Dipastikan Bangun Smelter di Gresik

Tak berhenti di situ, PTS juga tetap mampu menjaga komitmen untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah melalui pasokan asam sulfat ke pabrik pupuk Petro Kimia Gresik. PTS juga siap memenuhi komitmen kepada industri baik itu semen, beton, dan galangan kapal yang memerlukan pasokan slag tembaga. “PTS juga akan tetap mampu menjaga kontribusinya dalam menjaga neraca perdagangan khususnya di Jatim. Seperti diketahui, produk PT Smelting selama ini menjadi kontributor terbesar kedua komoditas ekspor di Jatim,” kata dia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono sebelumnya mengatakan, Freeport Indonesia dipastikan akan mengalami penurunan produksi konsentrat tembaga besar-besaran tahun ini. Adapun turunan produksi disebabkan lantaran masa transisi perpindahan operasional tambang terbuka (open pit) beralih ke tambang bawah tanah. “Penurunan produksi karena ada transisi dari tambang terbuka ke bawah tanah. Penurunan hanya sementara, nanti setelah itu akan stabil lagi,” kata dia.

Bambang menjelaskan, produksi Freeport baru akan stabil pada 2021, sedangkan untuk puncak produksi akan terjadi pada 2025. Tahun ini produksi konsentrat tembaga Freeport diprediksi turun drastis dibandingkan tahun lalu. Tahun ini produksi Freeport diprediksi hanya mencapai 1,2 juta ton, jauh dibandingkan hasil produksi sepanjang 2018 mencapai 2,1 juta ton.

freeport

Prihadi Mundur

Di sisi lain, Direktur Senior PT Smelting Prihadi Santoso ternyata sudah mengundurkan diri sejak akhir tahun lalu. Pengunduran Prihadi tercatat sejak November 2018. “Betul, Pak Prihadi Santoso memang telah mundur dari PTS sejak 17 November 2018,” imbuh Sapto. Dia mengatakan, alasan Prihadi mengundurkan diri dari perusahaan peleburan dan pemurnian terbesar di Indonesia tersebut lantaran desakan keluarga karena faktor usia telah mencapai 71 tahun. Prihadi termasuk salah satu pendiri PTS yang lahir sejak 22 tahun lalu.

“Beliau sudah terlibat dalam pendirian PTS sejak 22 tahun lalu. Namun, yang utama ya alasan keluarga itu,” tambahnya. Seperti diketahui, nama Prihadi Santoso sempat disebut-sebut dalam persidangan kasus gratifikasi yang menimpa mantan Ketua Komisi VII DPR RI Eny Mulyani Saragih. Ia disebut sebagai salah satu pemberi gratifikasi terkait impor copper slag. Meski begitu, permohonan izin impor tersebut, tegas Sapto, tidak ada kaitannya sama sekali dengan PTS sebab PTS merupakan penghasil produk samping copper slag selain katoda tembaga sebagai produk utamanya.

Selama ini PTS juga tidak punya rencana untuk mengimpor bahan baku semen pengganti pasir besi ini. “Jadi PTS tidak punya kepentingan terhadap impor copper slag,” tandas dia.

(Nanang Wijayanto)

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini