Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polemik Kenaikan Harga Tiket Pesawat yang Dianggap Belum Tepat

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 13 Februari 2019 |11:11 WIB
Polemik Kenaikan Harga Tiket Pesawat yang Dianggap Belum Tepat
Pesawat (Foto: Okezone)
A
A
A

Avtur Bukan Faktor Utama

Inaca memberikan klarifikasi terkait tingginya harga tiket dan avtur. Ketua Umum Inaca IG N Askhara Danadiputra mengatakan pihaknya memastikan harga avtur tidak secara langsung mengakibatkan harga tiket pesawat menjadi lebih mahal.

“Beban biaya operasional penerbangan lainnya seperti leasing pesawat, maintenance, dan sebagainya memang menjadi tinggi di tengah meningkatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah saat ini,” ucapnya.

PT Pertamina (persero) pun tengah mengkaji penyesuaian harga avtur di seluruh depot bandara di dalam negeri. Hal itu merespons permintaan Presiden Jokowi atas mahalnya harga avtur sehingga berimbas pada mahalnya tiket pesawat terbang.

“Dalam rangka itu, kemungkinan seperti itu (akan disesuaikan). Nanti kita lihat,” ujar Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid. Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan pasokan avtur untuk maskapai di Indonesia selama ini didominasi oleh PT Pertamina.

Menurutnya, jika terjadi monopoli avtur tanpa berdasarkan peraturan resmi maka kemungkinan terbentuknya juga secara alamiah. “Setahu saya, pemasok avtur swasta boleh masuk. Tapi tuntutan infrastruktur dan manajemen bandara membuat perusahaan swasta sulit tembus atau masuk ke pasar avtur di dalam negeri,” ucapnya.

Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II (persero) Yado Yarismano mengatakan, PT AP II menyatakan akan mengikuti regulasi yang memungkinkan masuknya pihak lain pemasok avtur di luar Pertamina.

“Kami siap saja dan tinggal ikut regulasi yang ada, kalau ada pemasok avtur yang lain selain Pertamina,” ungkapnya. Meski demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjanji akan mengkaji harga avtur bersama Pertamina. Dia juga bersedia mengkaji kembali pajak pertambahan nilai (PPN) avtur di Indonesia dengan negara lain.

Menurut Sri Mulyani, implikasi PPN mengenai kenaikan harga avtur untuk mencegah kompetisi yang tidak sehat dengan negara lain. Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria menilai otoritas dapat memeriksa struktur pembentuk harga tiket pesawat. Berapa sebenarnya harga pokok produksi (HPP) yang membentuknya dan berapa margin yang diambil Garuda Indonesia.

(Oktiani Endarwati/Ichsan Amin/Nanang Wijayanto/Ant)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement