nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Perintahkan Harga Avtur Dihitung Ulang

Rany Fauziah, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 20:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 320 2017597 presiden-jokowi-perintahkan-harga-avtur-dihitung-ulang-Vl4zrwXUQI.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan beberapa menteri Kabinet Kerja untuk menghitung ulang harga avtur yang dijual PT Pertamina (Persero). Hal ini, guna mengatasi tingginya harga tiket pesawat dalam penerbangan di dalam negeri.

“Tadi baru, tadi baru kita rapatkan. Saya sudah perintahkan untuk dihitung mana yang belum efisien, mana yang bisa diefisienkan, nanti akan segera diambil keputusan,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Gubernur Jambi, dan para duta besar baru RI untuk negara sahabat, di Istana Negara, Jakarta, yang dilansir dari Setkab, Rabu (13/2/2019) .

Presiden Jokowi memastikan akan segera mengambil keputusan terkait harga itu setelah ada kalkulasinya dari kementerian/lembaga terkait.

Mengenai opsi-opsi dalam perhitungan kembali harga avtur itu, Presiden Jokowi mengatakan, dirinya baru memerintahkan tadi untuk melihat membuat perhitungan, membuat kalkulasi.

“Ada opsi-opsi seperti apa baru disampaikan kepada saya, ya,” ujar Presiden Jokowi.

Baca Juga: Gara-Gara Pajak Avtur RI Lebih Mahal dari Singapura

Sebelumnya saat memberikan sambutan pada acara Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/2) malam, Presiden Jokowi mengaku mengaku telah menerima banyak keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat untuk penerbangan di dalam negeri.

Dia menyatakan, tingginya harga tiket pesawat ini karena harga bahan bakar pesawat yaitu avtur di Indonesia ternyata sangat mahal.

Baca Juga: Pengusaha Setuju Swasta Jual Avtur Saingi Pertamina

“Saya terus terang juga kaget, dan malam hari ini juga saya baru tahu tadi dari Pak Chairul Tanjung mengenai avtur. Ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri,” kata Presiden Jokowi saat itu.

Menurutnya, pilihannya hanya satu, harganya bisa sama dengan harga internasional. Kalau tidak bisa, berarti pemerintah akan masukkan kompetitor yang lain sehingga terjadi kompetisi.

“Ya pilihan-pilihannya kan hanya itu, sudah enggak ada yang lain. Karena memang, ini sangat-sangat mengganggu sekali,” tegas Presiden.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini