nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Pajak Avtur RI Lebih Mahal dari Singapura

Rabu 13 Februari 2019 17:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 320 2017486 gara-gara-pajak-avtur-ri-lebih-mahal-dari-singapura-1bLx3n4G3u.jpg Foto: Harga Avtur (Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan yang membedakan harga avtur Indonesia dengan Singapura adalah pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penggunaan bahan bakar untuk pesawat terbang itu.

"Kita enggak terlalu berbeda jauh kok sama Singapura, tapi ya perbedaannya pajak, di kita kena PPN, di mereka enggak kena," kata Rini saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Dia menyebutkan, pihaknya mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar melakukan kajian terhadap pengenaan PPN atas penggunaan avtur.

"Kami sudah lihat cost structure, saya sudah mendetailkan lagi, karena sekarang juga sudah ada surat dari Kementerian ESDM mengenai formula BBM," katanya.

 Baca Juga: Sri Mulyani Kaji Penurunan PPN Avtur

Dia menyebutkan formula base cost dari avtur saat ini sudah disamakan dengan Singapura dan negara-negara lain.

"Nah ini saya sekarang lihat di semua titik kita, base structure udah seperti yang mengikuti formula ESDM atau bagaimana sehingga kalau itu kita bisa turun, akan turun sampai berapa persen," katanya.

Dalam kesempatan itu, Rini juga menjelaskan bahwa investasi infrastruktur terkait BBM di Angkasa Pura I dan Angkasa Puta II, semua dilakukan oleh PT Pertamina.

"Infrastruktur di dalam, infrastruktur penyimpanan, itu semua investasinya oleh Pertamina," katanya.

 Baca Juga: Bukan Avtur, Ini Penyebab Mahalnya Harga Tiket Pesawat

Ketika ditanya lagi langkah apa yang perlu dilakukan sehingga tarif penerbangan di Indonesia bisa bersaing dan sehat, Rini mengatakan harus dilihat hitungan struktur biayanya seperti apa.

"Kita enggak terlalu beda jauh kok sama Singapura, tapi ya perbedaannya di pajak. Di kita kena PPN, di mereka enggak kena," kata Menteri BUMN.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini