nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Terbitkan Sukuk Wakalah Global USD2 Miliar

Kamis 14 Februari 2019 15:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 14 20 2017926 pemerintah-terbitkan-sukuk-wakalah-global-usd2-miliar-BRQmKwhNmL.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai USD2 miliar untuk melanjutkan komitmen pembiayaan hijau secara berkelanjutan.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyatakan penerbitan sukuk wakalah ini terdiri dari dua seri dengan setelmen pada 20 Februari 2019.

Seri pertama senilai USD750 juta mempunyai tenor 5,5 tahun dengan imbal hasil (yield) sebesar 3,9% dan jatuh tempo 20 Agustus 2024. Seri kedua mempunyai nilai USD1,25 miliar serta tenor 10 tahun dengan imbal hasil (yield) sebesar 4,45% dan jatuh tempo 20 Februari 2029.

Setiap seri telah mendapatkan peringkat Baa2 oleh Moody’s Investors Service, BBB- oleh S&P Global Ratings, dan BBB oleh Fitch Ratings. Penerbitan sukuk wakalah dengan kode Reg S/144A Trust Certificates ini akan didaftarkan pada Bursa Saham Singapura (Singapore Stock Exchange) dan NASDAQ Dubai.

Baca Juga: Lelang Sukuk Laris Manis, Pemerintah Raup Rp10,1 Triliun

Sukuk ini mendapatkan dukungan dari Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III yaitu badan hukum penerbitan surat berharga yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam mata uang asing di pasar internasional.

Transaksi juga dilaksanakan dengan memanfaatkan waktu yang tepat setelah terjadinya volatilitas tinggi di pasar modal global serta mengalami kelebihan permintaan sebanyak 3,8 kali. Tingkat "orderbook" global dengan kualitas yang baik telah menunjukkan ketahanan dan dalamnya pasar sukuk, serta memperlihatkan kuatnya minat investor terhadap penerbitan obligasi syariah ini.

Sukuk wakalah dengan tenor 5,5 tahun merupakan penerbitan Green Sukuk kedua yang menunjukkan komitmen, kepemimpinan serta kontribusi Indonesia di komunitas global terkait pembiayaan perubahan iklim.

grafik

Selain itu, Indonesia sebagai penerbit Sovereign Green Sukuk global pertama, telah membuktikan konsistensi terhadap Perjanjian Iklim Paris Tahun 2016. Komitmen itu diperlihatkan melalui perkembangan proyek pelestarian lingkungan serta berhasil menarik investor asing yang beralih ke praktik korporasi berkelanjutan khususnya pembiayaan berkelanjutan berbasis syariah.

Struktur akad sukuk ini adalah wakalah, dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara yaitu tanah dan bangunan (51%) dan proyekAPBN yang sedang dalam pembangunan atau akan dibangun (49%). Penetapan harga (pricing) sukuk wakalah Republik adalah pada 25 sampai dengan 30 basis poin lebih rendah daripada indikasi pricing awal (initial pricing guidance) untuk kedua seri.

Deutsche Bank AG, Dubai Islamic Bank PJSC, Maybank Investment Bank Berhad, PT Mandiri Sekuritas dan HSBC (juga bertindak sebagai Green Structuring Advisor) bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunner.

Sementara itu, PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai co-managers untuk transaksi ini. Secara keseluruhan, transaksi sukuk sejalan dengan tujuan Indonesia untuk memperkokoh pasar keuangan syariah global dan komitmen terhadap pendanaan hijau yang ramah lingkungan, demikian dilansir dari Antara, Kamis (14/2/2019).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini