nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pakai Gross Split, Kontrak WK Migas Rimau Diteken hingga 20 Tahun

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 320 2018059 pakai-gross-split-kontrak-wk-migas-rimau-diteken-hingga-20-tahun-TN2MCUa2EY.jpg Foto: Gross Split WK Rimau (Taufik/Okezone)

JAKARTA - Wakil Menteri energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyaksikan penandatanganan kontrak bagi hasil gross split wilayah kerja minyak dan gas bumi (WK Migas) Rimau.

"Kontrak bagi hasil WK Rimau merupakan kontrak perpanjangan dengan Pemegang Partisipasi Interes PT Medco E&P Rimau sebesar 95% dan Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi sebesar 5%," ujarnya di Gedung ESDM Jakarta, Kamis (14/2/2019).

 Baca Juga: Wamen ESDM: Wilayah Kerja Migas Duyung Berubah Jadi Gross Split

Dia menjelaskan kontrak bagi hasil WK Rimau ini akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 23 April 2023. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) 5 tahun pertama sebesar USD41.330.000 dan bonus tanda tangan sebesar USD4.000.000.

"Partisipasi interes yang dimiliki oleh PT Medco E&P Rimau termasuk partisipasi interest 5% yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah sehingga partisipasi interes BUMD menjadi 10%, termasuk partisipasi interes yang dimiliki oleh Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi yang merupakan BUMD Sumatera Selatan dengan mengacu pada Permen ESDM No 37 Tahun 2016," tuturnya.

Dia menambahkan, pemerintah memandang bahwa kontraktor eksisting memiliki kemampuan untuk mengelola lanjut WK Rimau yang saat ini menghasilkan produksi minyak sekitar 8.200 barel per hari.

"Jadi, sinergi yang telah terjalin antara PT Medco E&P Rimau dan perusahaan daerah pertambangan dan energi yang merupakan BUMD Sumatera Selatan dalam mengelola WK Rimau selama ini memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kontraktor dan negara namun juga bagi masyarakat di daerah," katanya.

 Baca Juga: Kontrak Blok South Jambi B Pakai Skema Gross Split

Pemerintah berpesan, lanjut dia, agar kontraktor senantiasa berupaya menjaga dan meningkatkan laju produksi di WK Rimau, melaksanakan komitmen-komitmen yang tertuang dalam Kontrak.

"Termasuk komitmen kerja pasti 5 tahun pertama dan meningkatkan kegiatan eksplorasi untuk menambah cadangan migas," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini