Pengusaha Hotel Gembira Harga Tiket Pesawat Turun 20%

Arsan Mailanto, Jurnalis · Sabtu 16 Februari 2019 19:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 16 320 2018838 pengusaha-hotel-gembira-harga-tiket-pesawat-turun-20-X2PSXQ2q4Y.jpg Foto: PHRI Gembira Harga Tiket Pesawat Turun (Arsan/Okezone)

PANGKALPINANG - Ketua Umum BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bangka Belitung (Babel) Bambang Patijaya mengemukakan, PHRI Babel mengapresiasi langkah Garuda Indonesia Group terhadap penurunan harga tiket di seluruh rute 20%.

"Terkait turunnya tiket pesawat di seluruh rute penerbangan. Kami PHRI Babel menyambut baik kebijakan Garuda yang menurunkan harga tiket secara umum 20%," ujarnya di Pangkalpinang, Sabtu (16/2/2019).

 Baca Juga: Garuda Turunkan Harga Tiket Pesawat 20%, Bagaimana dengan Maskapai Lain?

Pasalnya, mahalnya tiket maskapai dinilai memukul industi perhotelan dan restoran. Kenaikan itu dianggap sebagai biang keladi tingkat okupansi perhotelan menurun, dikarenakan minat masyarakat untuk pergi berlibur menurun.

"Enggak hanya di sini (Babel) saja, permasalahan ini sudah di nasional. Mahalnya tiket membuat lesu minat masyarakat untuk terbang berlibur ke daerah-daerah, imbasnya hotel dan restoran sepi," katanya.

Sehingga Presiden Jokowi langsung mengakomodir keluhan para pelaku usaha hotel dan restoran, saat menghadiri rakernas PHRI di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Kita menyambut baik pak Presiden merespons keluhan pelaku pariwisata dan masyarakat umumnya, terhadap mahalnya harga tiket pesawat," katanya.

 Baca Juga: Garuda Turunkan Harga Tiket Pesawat 20%

Menurut Bambang, ini merupakan buntut daripada keluhan PHRI dalam pidatonya di acara rakernas HUT PHRI yang ke-50 di Jakarta tiga hari lalu kepada Presiden.

"Kemudian pak Presiden memanggil stakeholder terkait guna menyelesaikan permasalahan tersebut dan akhirnya harga tiket Garuda turun 20%. Perjuangan yang dilakukan PHRI berbuah manis, dan berhasil. Presiden pun merespons positif," katanya.

Sebelumnya Presiden Jokowi berpidato dalam rakernas PHRI di Jakarta, Presiden menyoroti harga tiket mahal menyebabkan lesunya bisnis hotel dan restoran, serta resmi mencabut larangan kementerian dan pemda untuk rapat di hotel.

"Dalam rakernas PHRI di Jakarta kemarin kita PHRI Babel hadir. Saya memuji Ketum BPP PHRI Haryadi Sukamdani karena sudah menyampaikan keluh kesah pelaku pariwisata dan masyarakat kepada pak Presiden terhadap mahalnya tiket pesawat," sahut pria yang akrab disapa BPJ tersebut.

 Baca Juga: Kagetnya Jokowi Harga Tiket Pesawat Mahal karena Avtur Dimonopoli

Diketahui pada Kamis 14 Februari 2019, Garuda Indonesia Group mengumumkan penurunan harga tiket di seluruh rute penerbangan sebesar 20%.

Garuda Indonesia Group memiliki layanan full service Garuda Indonesia dan Low Cost Carrier (LCC) Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air, NAM Air Group. Sekaligus hadirnya aspirasi dari PHRI, masyarakat, sejumlah asosiasi industri pariwisata baik lokal dan nasional, serta arahan dari Presiden Jokowi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini