Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konflik Iran dan AS Diproyeksikan Bikin Harga Tiket Pesawat

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Minggu, 08 Maret 2026 |14:05 WIB
Konflik Iran dan AS Diproyeksikan Bikin Harga Tiket Pesawat
Harga Tiket Pesawat (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memproyeksikan konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Amerika Serikat, berpotensi mendorong kenaikan harga tiket pesawat. Hal ini dipicu oleh tingginya ketergantungan industri penerbangan terhadap bahan bakar avtur yang sangat sensitif terhadap gejolak global.

Dudy menjelaskan bahwa komponen biaya bahan bakar pesawat atau avtur memiliki porsi besar dalam struktur biaya operasional maskapai. Bahkan, kontribusinya mencapai sekitar 27,6 persen dari total biaya penerbangan.

"Komponen biaya avtur memakan sekitar 27,6 persen, jadi cukup tinggi. Dan dia sangat volatile, sangat terpengaruh dengan kondisi yang tidak hanya di dalam negeri tapi juga kondisi-kondisi global," ujar Dudy dalam Media Briefing di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia mengatakan, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi membuat sektor transportasi udara sangat rentan terhadap dinamika geopolitik internasional. Ketika terjadi krisis di kawasan Timur Tengah, dampaknya bisa langsung terasa pada harga bahan bakar penerbangan.

"Kalau seperti sekarang misalnya terjadi krisis di Timur Tengah, itu berpengaruh. Karena kita sangat tergantung dengan impor, maka kita akan langsung terasa dampaknya," katanya.

Meski demikian, Dudy memastikan kondisi pasokan bahan bakar penerbangan masih relatif aman dalam jangka pendek, termasuk untuk menghadapi periode angkutan Lebaran tahun ini. "Alhamdulillah sampai Lebaran nanti, cadangan avtur atau BBM kita masih cukup," ujarnya.

Lebih jauh, Dudy menilai situasi geopolitik global saat ini menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri perlu dikurangi agar dampak krisis global tidak terlalu besar terhadap sektor transportasi maupun perekonomian secara umum.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement