nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahalnya Tiket Pesawat hingga Tarif Tol Trans Jawa Akan Diturunkan

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 17 Februari 2019 22:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 17 320 2019257 mahalnya-tiket-pesawat-hingga-tarif-tol-trans-jawa-akan-diturunkan-IyiH5JiXB7.jpg

Bukan Avtur, Ini Penyebab Mahalnya Harga Tiket Pesawat


Harga avtur dikaitkan dengan persoalan kenaikan harga tiket pesawat di Indonesia. Mahalnya harga tiket domestik menyebabkan penumpang dengan penerbangan tujuan tertentu malah lebih memilih terbang dan transit ke luar negeri terlebih dahulu dibanding membeli tiket langsung menuju tempat tujuan.

“Data Kantor Imigrasi Aceh yang menunjukkan peningkatan permintaan pembuatan paspor. Ironisnyaa, pembuatan paspor ini dilakukan untuk menyiasati penerbangan Banda Aceh ke Jakarta melalui Kualalumpur dibandingkan penerbangan langsung karena perbedaan harga tiket yang lumayan jauh. Melalui fakta ini lah kemudian mucul petisi online yang meminta Maskapai penerbangan untuk menurunkan harga tiket domestik,” ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan saat dihubungi Okezone, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Pernyataan Direktur Utama Garuda Indonesia yang juga ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang meminta Pertamina menurunkan harga avtur Karena dianggap sebagai penyebab utama kenaikan harga tiket menimbulkan beragam tanggapan.

Menurut ketua INACA, avtur memberikan kontribusi sebesar 40% dari biaya operasional. Melihat lebih jauh lagi ke dalam komponen operasional pesawat terbang, ada beberapa komponen yang menjadi acuan.

Dilihat dari urutan dan kontribusinya, komponen tersebut adalah biaya leasing pesawat, biaya maintenance, repair dan overhaul, biaya avtur (Bahan Bakar), biaya SDM, dan biaya asuransi.

“Untuk biaya leasing pesawat menjadi kontibusi utama dalam biaya operasional karena sebagian besar pesawat yang beroperasi di Indonesia adalah pesawat sewa, bukan milik sendiri. Sebagai contoh maskapai nasional Garuda Indonesia, dari 202 unit pesawat yang dioperasikan, 180 unit merupakan pesawat sewa, dan yang dimiliki oleh Garuda Indonesia hanya berjumlah 22 unit. Dengan jumlah yang sangat banyak ini, biaya leasing pesawat menjadi sangat besar,” ujar Mamit.

Hal ini dikarenakan pesawat yang disewakan menggunakan perhitungan harga pesawat baru yang mana membuat harga sewa menjadi cukup tinggi. Biaya maintenance pesawat pun menjadi komponen yang besar juga karena setiap pesawat akan dilakukan preventive maintenance sebelum dan sesudah mendarat di bandara, dan setelah itu lalu biaya bahan bakar dimasukkan di dalam komponen perhitungan.

“Jika avtur dijadikan sebagai komponen tertinggi biaya operasional, sangat tidak fair karena di dalam komponen perhitungan harga tiket, biaya bahan bakar hanya dikenakan sebesar 26% dari harga tiket,” sambungnya.

Pasalnya untuk biaya avtur sendiri, Indonesia sebagai negara yang termasuk net importir minyak menetapkan harga yang cukup kompetitif dibandingkan dengan negara lain.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini