nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aturan Holding BUMN Infrastruktur dan Perumahan Ditargetkan Terbit Minggu Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 16:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 20 470 2020624 aturan-holding-bumn-infrastruktur-dan-perumahan-ditargetkan-terbit-minggu-ini-JBNTKqwYp3.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan kabar terbaru Holding BUMN Infrastruktur dan Perumahan. Holding tersebut tinggal menunggu Peraturan Pemerintah (PP) untuk nantinya inbreng.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, PP tersebut akan segera diterbitkan. Dirinya menargetkan PP bisa rampung dalam seminggu ke depan.

"Mudah-mudahan minggu ini," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Baca Juga: Pemerintah Tuntaskan 16 Holding BUMN, Ini Daftarnya

Menurut Rini, PP ini sedang dalam tahap finalisasi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Setelah itu draft peraturan tersebut diserahkan kepada Presiden untuk di tandatangani.

"Semuanya sudah, terakhir tinggal tunggu final dari Kementerian PUPR. Pak Menko, Menteri Keuangan, kami sebetulnya sudah selesai semua. Finalnya ada di PUPR," katanya.

Sebagai informasi, selangkah lagi holding infrastruktur maupun perumahan akan terwujud. Pasalnya beberapa waktu lalu beberapa perusahaan BUMN Karya setuju untuk masuk holding BUMN Infrastruktur, begitupun juga dengan BUMN Perumahan.

Untuk holding infrastruktur nantinya akan ada enam anggota yang akan bergabung dalam Holding BUMN Infrastruktur. PT Hutama Karya (Persero) akan menjadi lead. Kemudian anggotanya ada tiga BUMN yang telah menjadi perusahaan terbuka.

Baca Juga: Bos Inalum Buka-bukaan Aset Holding Pertambangan Rp162 Triliun

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sementara dua lagi merupakan perusahaan konsultan yakni PT Indra Karya (Persero) dan PT Yodya Karya (Persero).

Sedangkan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan dipimpin Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) di mana WIKA, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero) akan menjadi anggotanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini