nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 14:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 21 20 2021018 bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-6-FxbaD74cIB.jpg Foto: BI Tahan Suku Bunga Acuan di 6% (Yohana/Okezone)

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 20-21 Februari 2019 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6%.

Dengan demikian, ini menjadi bulan kedua BI menahan suku bunga acuannya di tahun 2019. Adapun suku bunga Deposit Facility (DF) tetap di level 5,25% dan Lending Facility (LF) pada level 6,75%.

"Dengan mempertimbangkan ekonomi global, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 20-21 Februari 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 6%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

 Baca Juga: BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga Acuan

Sebelumnya, langkah Bank Sentral menahan suku bunga acuan sudah diperkirakan. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai, hal itu didorong kondisi kurs Rupiah yang masih bergerak fluktuatif dan antisipasi kondisi perekonomian global.

"Jadi masih tetap di 6% belum ada proyeksi BI akan lakukan pelonggaran karena masih melihat rupiah yang bergerak fluktuatif," ujarnya kepada Okezone.

Menurutnya, stabilisasi kurs Rupiah akan dilakukan Bank Sentral dengan mengandalkan cadangan devisa (cadev) bukan melalui instrumen suku bunga acuan. "Ini dalam rangka stabilisasi jangka pendek," imbuh dia.

 Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan 6%, Ini Kata Menko Darmin

Selain itu, BI juga turut mengantisipasi arah dari kebijakan moneter Bank Sentral AS, The Fed. Serta perkembangan makro ekonomi global khususnya pada AS dan China.

Pada pertimbangan kondisi dalam negeri, adanya kekhawatiran pelebaran transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sebab kinerja ekspor melemah. Hal ini membuat Rupiah memiliki potensi kembali melemah ke14.500 per USD pada bulan Maret.

"Efek pemilu juga membuat investor lakukan evaluasi portfolio jangka pendek," pungkasnya.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (21/2/2019), hingga siang ini Rupiah pada perdagangan spot exchange berada level Rp14.069 per USD.

(dni)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini