Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mandom Indonesia Bidik Kenaikan Penjualan 10%

Mandom Indonesia Bidik Kenaikan Penjualan 10%
Foto: Ilustrasi Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Sepanjang 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan dalam negeri dalam kisaran dua digit. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sekretaris Perusahaan TCID Alia Dewi mengatakan, target perseroan pada tahun 2019 tersebut, ditetapkan berdasarkan pertemuan tahunan yang baru saja digelar.

”Pertemuan itu berlangsung bersama agen, perwakilan dan para pemegang saham perseroan,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Kamis (20/2/2019).

Baca Juga: IPO, Perusahaan Cokelat Ini Pasang Harga Rp178-Rp198 per Saham

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan belum audit perseroan mencatakan laba bersih tahun 2018 sebesar Rp173,05 miliar, setelah mencatatkan penjualan sebesar Rp2,65 triliun. Dengan rincian, penjualan eksport Rp697,9 miliar dan penjualan dalam negeri sebesar Rp1,95 triliun. Sedangkan berdasarkan laporan keuangan tahun 2017 telah audit, emiten produsen perawatan rambut ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp162 miliar dan penjualan Rp2,077 triliun.

Baca Juga: Dolar Tekan Rupiah ke Level Rp14.059/USD

Selama ini, pasar domestik memang menjadi tulang punggung kinerja TCID. Strategi Mandom Indonesia untuk memfokuskan penjualan pada produk fast moving terbukti dapat mendukung pencapaian penjualan domestik tersebut. Untuk mengimbangi strategi di pasar domestik, perseroan juga memperluas pasar ekspor yakni dengan menambah varian produk yang didistribusikan.

Sejumlah produk yang menjadi andalan TCID di pasar antara lain produk perawatan rambur dan produk perawatan kulit. Kedua segmen ini menjadi kontributor terbesar kinerja perseroan sepanjang tahun lalu.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement