nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Tahan Suku Bunga Acuan, Rupiah Tertekan ke Rp14.070/USD

Okky Wanda lestari, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 17:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 21 278 2021127 bi-tahan-suku-bunga-acuan-rupiah-tertekan-ke-rp14-070-usd-XYyPwARVcE.jpg Ilustrasi Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum mengalami penguatan hingga penutupan perdagangan hari ini. Meski Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6%. Rupiah masih berada di level Rp14.000-an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Kamis (21/2/2019) pukul 17.03 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka melemah 26,5 poin atau 0,19% ke level Rp14.070 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.041 per USD – Rp14.075 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 15 poin atau 0,10% ke Rp14.066 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.035 per USD – Rp14.070 per USD.

Baca Juga: BI Pede Rupiah Akan Semakin Perkasa Lawan Dolar AS

Sebelumnya, Bank Indonesia menyebut, menguatnya nilai tukar Rupiah menjadi penopang stabilitas perekonomian. Penguatan Rupiah berlangsung sejak kuartal IV 2018.

“Di kuartal IV 2018, secara point to point menguat sebesar 3,63% dibandingkan dengan level akhir triwulan III 2018, ditopang NPI yang mencatat surplus,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Kamis (21/2/2019).

Baca Juga: BI: Tren Penguatan Rupiah Berlanjut

Perry melanjutkan, penguatan Rupiah berlanjut pada Januari 2019 yang mencapai 2,92% dan terus terjadi pada Februari 2019. Tren penguatan Rupiah pada awal 2019 ditopang aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik seiring terjaganya fundamental ekonomi domestik.

Tetap tingginya daya tarik aset keuangan domestik serta berkurangnya ketidakpastian pasar keuangan global juga menjadi faktor menguatnya Rupiah.

“Ke depan, Bank Indonesia memandang nilai tukar Rupiah akan bergerak stabil sesuai mekanisme pasar,” tukasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini