Share

Menteri Luhut: Dunia Soroti Sampah di Sungai Citarum

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 21 320 2020898 menteri-luhut-dunia-soroti-sampah-di-sungai-citarum-uJXc97rsPr.jpeg Menteri koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Taufik/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Maritim Luhut Panjaitan hari ini menghadiri rapat kerja nasional terkait Indonesia Bersih di Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta. Di mana semua kepala daerah di Indonesia hadir untuk membahas sampah.

Pada acara tersebut hadir Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Menko Maritim Luhut Panjaitan mengatakan bahwa, pihaknya sangat senang sekali ada gerakan bersih bersama pejabat di daerah-daerah. Pasalnya sampah ini merupakan isu global. Dan Indonesia di sorot dunia terkait sampah.

Baca Juga: Punya Lahan untuk Bisnis Tambang, Menko Luhut: Saya Dapat Sebelum Jadi Menteri

"Kita tahu, dunia menyorot tentang sampah di sungai Citarum dan menjadi salah satu sungai terkotor di dunia. Dengan adanya itu, kami (Pemerintah), langsung berkoordinasi dengan semua pihak untuk membersihkan sampah di sungai Citarum," ujarnya, Kamis (21/2/2019).

Dia menjelaskan, masalah sungai Citarum ini sudah 14 tahun. Namun sekarang Citarum sudah, berkat adanya kerjasama dari beberapa pihak seperti TNI-Polri, Pemerintah pusat dan daerah.

"Pemerintah juga sudah mengeluarkan anggaran untuk sungai Citarum tersebut," tuturnya.

luhut

Dia menuturkan, masalah sampah ini sangat bahaya bagi manusia seperti apabila wanita yang masih melahirkan memakan ikan yang terkontaminasi oleh sampah khususnya plastik nantinya anaknya akan kuntet atau stunting.

"Maka itu, kita tidak ingin anak-anak Indonesia menjadi kuntet atau stunting. Lalu kalau pria memakan ikan yang terkontaminasi oleh sampah plastik akan kena penyakit kanker," ungkapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini