Dia menyebut studi dan persiapan untuk melaksanakan IPO terus dilakukan perseroan. Bali United merupakan klub sepak bola yang dimiliki oleh pengusaha Pieter Tanuri, pemilik yang sama dengan produsen ban PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA). Situs resminya mengungkapkan, Bali United yang dipimpin oleh YabesTanuriini bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali dan berkompetisi di Liga 1. Bali United Football Club adalah klub profesional Indonesia yang didirikan pada 1989, awalnya bernama Putra Samarinda sebelum berganti markas ke Bali dan mengubah namanya menjadi Bali United Pusam pada 2014.

Pada periode 2001-2006 Bali United bermain di divisi pertama sebelum promosi ke Liga Super Indonesia. Ya, wacana dan niatan klub sepak bola di Indonesia menggelar IPO bukan kali pertama disampaikan Bali United, sebelumnya ada Persija Jakarta, klub sepak bola asal Persib Bandung dan Arema yang sudah menyampaikan rencana IPO. Namun hingga saat ini belum terealisasi dengan berbagai alasan. Kala itu, PT Persib Bandung Bermartabat tengah menyeleksi tiga calon penjamin pelaksana emisi (underwriter) untuk mendukung IPO.
Direktur PT Persib, Mohammad Farhan pernah bilang, penjamin emisi untuk menangani IPO Persib ada tiga sekuritas yang dijajaki. Dua sekuritas merupakan BUMN dan satunya swasta. Menurutnya, jika semua berjalan lancar maka pihaknya akan segera merealisasikan rencana IPO di semester II tahun 2017 atau di kisaran September hingga Oktober. Namun hingga saat ini belum terlaksana.
Bahkan Persib sudah menyebutkan, jumlah saham yang bakal dilepas sekitar 45% dengan target dana mencapai USD20 juta. Nantinya dana IPO yang diraih perseroan akan digunakan untuk kebutuhan pembangunan pusat pelatihan dengan mini stadion di lahan seluas 4 hektare. Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga dapat menggunakan dana untuk pembelian pemain-pemain baru yang dapat melengkapi kesebelasan Persib di Liga Sepak Bola Indonesia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)