nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tarif Tol Trans Jawa Tak Jadi Turun?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 21:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 28 320 2024222 tarif-tol-trans-jawa-tak-jadi-turun-awh6RAs2DX.jpg Ilustrasi Tol Trans Jawa (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Pemerintah belum bernecana untuk menurunkan tarif Tol Trans Jawa. Padahal, tarif tol Trans Jawa dinilai terlalu mahal baik mobil pribadi maupun logistik.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, sejauh ini belum ada arahan untuk menurunkan tarif Tol Trans Jawa. Meskipun mendapatkan kritik dari Asosiasi Logisitik Indonesia (ALI).

"Belum ada arahan kebijakan lebih lanjut (tarif tol Trans Jawa akan diturunkan)," ujarnya, saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (28/1/2019).

Baca Juga: Rest Area Tol Trans Jawa Akan Jadi Terminal Bus

Lagi pula, lanjut Danang, pihaknya telah bertemu langsung dengan pihak Asosiasi Logisitik Idonesia (ALI) terkait hal tersebut. Bahkan sudah dibahas secara intensif dengan berbagai macam stekholder terkait tarif Tol Trans Jawa ini.

"Saya sudah ketemu teman-teman di ALI, dan kita sudah bahas ini (tarif tol)," ucapnya.

Menurut Danang, adanya jalan tol bisa digunakan sebagai alternatif bagi pengusaha logisitk. Jika menginginkan tarif murah, maka truk pengangkut logistik bisa menggunakan jalan arteri pantura.

Namun jika melewati jalan pantura waktu tempuh yang dibutuhkan juga jauh lebih lama. Sebab jika melewati jalur pantura bisa berpotensi terjebak kemacetan.

"Bagi kita prinsipnya yang namanya industri itu kan boleh memilih. Jalan biasa atau pakai tol. Ini yang saya kira harus jadi pemahaman kita bersama," jelasnya.

Baca Juga: Ada Bus Tol Trans Jawa, Tarifnya di Bawah Tiket Kereta Api

Sementara itu, bagi mereka yang ingin lebih cepat bisa menggunakan jalan tol. Meskipun harus mengeluarkan uang lebih besar dibandingkan lewat jalur arteri.

"Bahkan kalau memungkinkan pakai kereta api kan dipakai juga. Jadi pada akhirnya kan Masyarakat akan memilih," ucapnya.

"Kalau ternyata yang sekarang sebagian pakai tol golongan 1, berarti sebagian traffic jalan bukan tol itu kan menurun. Dari awal UU bilang tol adalah alternatif," imbuhnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini