nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Surat Utang Syariah, Kemenkeu: Tak Ada Cerita Default

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 11:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 01 20 2024404 investasi-surat-utang-syariah-kemenkeu-tak-ada-cerita-default-ydzLBzEzHj.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - Pemerintah telah resmi membuka penawaran Sukuk Ritel seri SR-011 kepada investor individu Warga Negara Indonesia (WNI). Masa penawaran akan berlangsung mulai tanggal 1-21 Maret 2019.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman mengatakan, Sukuk Ritel seri SR-011 mempunyai keuntungan. Seperti ritel ini dibatasi tidak boleh besar-besar hanya Rp3 miliar. Dan Rp1juta yang paling kecil

"Kita juga memperbanyak mitra distribusi yakni 22 mitra distribusi. Insya Allah ini satu investasi yang sangat aman. Karena enggak pernah ada cerita pemerintah default," ujarnya di Hotel Double Tree Jakarta, Jumat (1/3/2019).

 Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Sukuk Ritel Mulai Rp1 Juta dengan Kupon 8,05%

Dia menjelaskan, dari segi imbal hasil 8,05% dan bisa diperdagangkan. "Jadi kalau investor lagi butuh dana ini bisa diperdagangkan di secondary market," tuturnya.

Dia menuturkan, kebijakan pemerintah saat ini adalah ingin mengembangkan basis investor domestik dan pendalaman pasar keuangan.

"Kita ingin membangun masyarakat yang berorientasi pada investasi bukan sekadar menabung. Maka salah satu caranya adalah bagaimana menyediakan banyak instrumen agar bisa menarik investor untuk berinvestasi," katanya.

 Baca Juga: Moodys Prediksi Penerbitan Sukuk Global Pulih Tahun Ini

Untuk pembiayaan APBN, lanjut dia Kemenkeu ingin adanya pendalaman pasar keuangan Indonesia khususnya yang berbasis syariah. Dan salah satu strateginya adalah membangun masyarakat yang berorientasi investasi termasuk dalam bentuk sukuk.

"Tahun-tahun sebelumnya kita hanya menerbitkan dua sampai tiga instrumen. Tahun lalu kita menerbitkan 5 dan tahun ini kita akan menerbitkan 10 kali. Jadi 2019 kita akan menerbitkan instrumen ritel setiap bulan kecuali Lebaran dan akhir tahun," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini