nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dana Asing Masuk Indonesia Rp63 Triliun hingga Akhir Februari

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 15:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 01 20 2024512 dana-asing-masuk-indonesia-rp63-triliun-hingga-akhir-februari-3Zf45mpxAF.jpg Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatatkan sepanjang bulan Februari 2019 adanya arus sebesar Rp63 triliun. Dana itu masuk baik dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) maupun pasar saham.

"Aliran modal asing yang masuk sampai dengan 28 Februari 2019 sampai Rp63 triliun, secara year to date (ytd), terdiri dari SBN Rp49,5 triliun, saham Rp12,6 triliun dan, SBI Rp1,4 triliun," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

 Baca Juga: Dana Asing Masuk Indonesia Tembus Rp49,6 Triliun

Dia menjelaskan, dana asing ini jauh lebih tinggi dengan aliran modal asing masuk periode yang sama di tahun 2018 pada waktu itu sampai dengan tanggal 28 Februari hanya Rp6 triliun.

"Ingat bahwa awal-awal Februari tahun lalu itu mulai terjadi suatu pembalikan modal asing, Jadi kalau tahun lalu sampai periode yang sama itu totalnya Rp6 triliun, yang masuk ke SBN Rp12 triliun, tapi yang keluar dari saham itu sekitar Rp7,4 triliun," tuturnya.

 Baca Juga: Dana Asing Bakal 'Banjiri' RI di 2019, Ini Penjelasan Bos BI

Dia menuturkan, berlanjutnya aliran modal asing masuk ke khususnya ke portfolio ini menunjukkan confident investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, terhadap kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah, Bank Indonesia dan berbagai pihak.

"Aspek pengembangan pasar itu menunjukkan bahwa confidentnya cukup bagus. Dan ini akan kita harapkan akan terus berlanjut aliran portofolio asing masuk. Dan itu juga menunjukkan bahwa sesuai perkiraan kita di triwulan 1, neraca pembayaran juga akan diperkirakan mengalami surplus dengan defisit transaksi berjalan yang lebih rendah dari kuartal IV," katanya.

Dia menambahkan, surplus aliran modal asing yang tetap besar, lebih tinggi dari defisit transaksi berjalan. "Sehingga kita perkirakan di kuartal I itu neraca pembayaran akan mengalami surplus," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini