nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPJT Perpanjang Diskon Tarif 3 Ruas Tol Trans Jawa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 10:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 01 320 2024360 bpjt-perpanjang-diskon-tarif-3-ruas-tol-trans-jawa-FskIZMlHVM.jpg Foto: Dok. Jasa Marga

JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tengah mengkaji untuk memberikan perpanjangan masa diskon tarif tol pada tiga cluster yakni cluster II, cluster III, dan Cluster IV (barrier to barrier). Ketiga cluster yang dimaksud meliputi Relokasi Porong-Gempol segmen Porong-Kejapanan pada Jalan Tol Surabaya-Gempol.

Kemudian ada jalan Tol Ngawi-Kertosono segmen Wilangan-Kertosono. Lalu cluster terakhir yakni jalan Tol Gempol-Pasuruan segmen Pasuruan-Grati.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan, pihaknya memang berencana untuk memberikan masa perpanjangan. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika pihaknya akan menurunkan tarif pada tiga cluster tersebut

"Harapan kita kalau tarif mengalami penyesuaian atau ada penurunan. Atau dipertahankan rasionalisasi di level itu," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (28/2/2019) malam

 Baca Juga: 6 Tarif Tol Trans Jawa Resmi Berlaku Hari Ini, Berikut Rinciannya

Saat ini lanjut Danang, masih menunggu laporan dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam hal ini PT Jasa Marga (Persero). Dirinya ingin mengetahui bagaimana prospek dari tiga cluster tersebut selama masa diskon.

Nantinya akan ada dua hal yang dilihat olehnya untuk mengambil keputusan. Pertama adalah jumlah demand atau traffic yang menggunakan jalan tol tersebut, dan yang kedua adalah pendapatan dari Badan Usaha Jalan Tol itu sendiri.

"Itu kan ada demand yang lebih tinggi juga dari sisi Masyarakat sehingga revenue dari para operator tol itu bisa lebih terjaga.Jadi hari hari ini kita pantau terus.Yang terpenting ada dua nih, satu sisi konsumen, satu sisi operator tol," katanya.

 Baca Juga: Ada Diskon 15% Lewat Tol Trans Jawa, Ini Rutenya

Menurut Danang, jika jumlah pengguna justru turun ada kemungkinan pihaknya akan memperpanjang masa diskon. Hal ini juga bertujuan agar BUJT tidak mengalami kerugian karena jalan tolnya yang sepi.

"Operator tol kan concern-nya satu. Dia itu maintenance revenue level. Kan tidak berarti kalau misalnya tarifnya turun penggunanya tetap. Asumsi kita kan kalau tarifnya turun penggunanya bertambah. Jadi revenue level kita harapkan bisa stabil. Nah efek ini yang sedang kita pantau selama terjadinya rasionalisasi tarif," katanya.

Di sisi lain, jika pendapatan BUJT stabil meskipun traffic rendah, tidak menutup kemungkinan juga diskon tarif tol akan distop. Sebab dirinya merasa jika BUJT bisa cukup survive tanpa harus menurunkan tarif.

"Kalau ternyata revenue badan usaha stabil atau bahkan meningkat karena kenaikan trafik ya kenapa enggak kita lanjutkan," kata Danang.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini