JAKARTA - PT Inalum (Persero) buka suara terkait cadangan emas yang dimiliki oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Hal tersebut menyusul adanya pernyataan jika cadangan emas Freeport hanya sampai 2051 saja.
Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan, cadangan yang dimiliki oleh Freeport masih sangat banyak. Meskipun memang didalam perjanjian IUPK cadangan yang terverifikasi hanya memenuhi operasional hingga 2051 saja.
Menurutnya, masih banyak cadangan dititik lain yang belum tereksplor. Sedangkan dalam IUPK hanya jumlah cadangan yang sudah terbukti dan siap ditambang oleh PTFI.
"Itu cadangan yang sudah diidentifikasi sesuai dengan aturan pencatatan di bursa Amerika, bukan berarti di bumi Papua atau Grasberg habis," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (28/1/2019) malam.
Baca Juga: Luhut Tegaskan Presiden Jokowi Tak Ada Deal 'Khusus' dengan Freeport
Budi menambahkan, pihaknya akan terus melakukan eksplorasi lagi untuk menjamin ketersediaan cadangan yang siap ditambang. Sebab menurutnya, dari cadangan yang siap ditambang saja memiliki potensi yang cukup besar.
"Kita lakukan eksplorasi lagi, besar keyakinan kita kalau masih ada potensi cukup banyak yang ada. Saya kasih contoh, dulu yang tambang kucing liar, yang cave besar sekali," katanya.
Sebab menurutnya, sebagai perusahaan tambang eksplorasi merupakan suatu kewajiban. Pasalnya jika tidak ada satu perusahaan tambang yang tidak melakukan eksplorasi untuk menjalankan bisnisnya.
"Pertambangan itu kan dengan adanya eksplorasi yang dilakukan terus menerus, potensi sumber daya yang ada. Resources, itu bisa diubah menjadi cadangan atau reserve," katanya.
Baca Juga: Izin Ekspor Freeport Habis, KESDM: Tunggu Evaluasi Selesai
Sementara itu, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan masih banyak potensi sumber daya tembaga dan emas yang belum tereksplorasi secara optimum di Indonesia. Menurutnya, apabila cadangan tersebut bisa dieksplorasi kemudian diolah maka bisa menjadi potensi bisnis hingga 2071.
Tony juga menjelaskan angka tersebut baru cadangan yang saat ini ada di Blok A dan Blok B yang ada di sekitar wilayah tambang Grasberg. Padahal, potensi cadangan masih banyak terdapat di beberapa titik di papua. Potensi ini, kata Tony bisa dikelola secara jangka panjang.
"Kita kan ada cadangan kalau dihitung hitung bisa dapat berapa puluh tahun. Kalau ada sumber daya lagi yang bisa dijadikan cadangan bisa tambah lagi. Tetapi pada dasarnya reserve dan sumber daya yang ada di situ lebih dari 2041," ujar Tony.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.