Faktor lain, yakni Arwana mampu memperbaiki harga jual rata-rata. Dalam product mix Arwana, porsi lini produk jenis UNO Digi yang berharga jual lebih baik terus meningkat.
Perseroan sedang mengintensifkan pengenalan lini produk ini kepada konsumen sebagai bagian dari strategi usaha jangka panjang. Arwana, kata Rudy, juga menerapkan langkah-langkah perbaikan ke dalam untuk lebih mengefisienkan biaya produksi dari penurunan konsumsi gas dan bahan glasir melalui penerapan lean manufacturing.
Dalam hal kewajiban perseroan terhadap kreditur, utang jangka pendek juga turun signifikan, yakni sebesar 22,01%. Sementara utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam kurun waktu satu tahun turun 50,07%. Perseroan optimistis mampu terus melanjutkan pertumbuhan penjualan dan laba 2019.
Manajemen perseroan memproyeksikan penjualan akan bisa ditingkatkan melampaui angka Rp2,1 triliun diiringi laba bersih mencapai Rp200 miliar. Untuk mendukung target tersebut, tahun ini perseroan mengalokasikan anggaran Rp40 miliar untuk modal kerja.
“Capex (capital expenditure) tahun ini Rp40 miliar. Ini akan memberikan cash flow yang sangat kuat,” ujar Rudy. Pada kesempatan yang sama Direktur Operasi PT Arwana Citramulia Edy Suyanto menambahkan, pada tahun ini perseroan menambah kapasitas produksi untuk pabrik yang ada di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.