nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO Kuartal I, Capri Nusa Incar Dana Rp150 Miliar

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 04 278 2025456 ipo-kuartal-i-capri-nusa-incar-dana-rp150-miliar-GOwvpNQRra.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Calon emiten PT Capri Nusa Satu Properti (CNSP) optimistis bisa melenggang di pasar saham pada kuartal I-2019. Perseroan masuk pasar modal melalui penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

“Kami optimistis dapat IPO pada kuartal I-2019 karena perencanaan kami cukup matang,” ujar Direktur Utama Capri Nusa Satu Properti, Jansen Surbakti dalam keterangan rilisnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, perusahaannya akan memanfaatkan dana IPO untuk menambah pembiayaan proyek resor dan spa di Nusa Penida, Bali, dan proyek perkantoran dan convention hall di Jakarta Timur.

Baca Juga: IPO, Bali United FC Bidik Dana Rp100 Miliar

Komposisi pemanfaatan dana IPO mencakup 50% untuk proyek resor, 40% untuk proyek perkantoran, dan 10% untuk modal kerja. “Pasar modal tempat bagus untuk sumber pembiayaan, asal developer punya proyek yang baik dan prospektif,” ujarnya.

Jansen menegaskan pihaknya membidik dana IPO berkisar Rp100-150 miliar. Menurut dia, Capri Nusa memiliki tiga unit bisnis mencakup gedung perkantoran di Jakarta Timur berketinggian empat lantai yang saat ini sudah beroperasi serta gedung perkantoran dan convention hall yang ditargetkan beroperasi semester I-2019.

“Ketiga, kami membangun resort and spa di Nusa Penida, Bali, dengan target beroperasi tahap pertama pada September 2019,” ujarnya.

Baca Juga: Dirut BEI: Saham Klub Bola Punya Prospek Bagus

Untuk tahap awal pembangunan resor menempati area seluas 2,5 hektare (ha) dari total luas lahan 50 ha. Pembangunan tahap awal mencakup 30 vila dengan investasi sekitar Rp150 miliar. Resort and spa itu terletak di Pantai Atuh, Nusa Penida, dan kelak juga diisi hotel, the mepark, dan luxury mansion.

Sementara itu, Divisi Komunikasi Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hani Aha diyani menambahkan, hingga saat ini total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah sebanyak 15 emisi dari 12 perusahaan tercatat senilai Rp13,24 triliun.

“Dengan demikian, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 391 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp421,63 triliun dan USD47,5 juta di terbitkan oleh 117 perusahaan tercatat,” kata Hani dalam keterangan rilisnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini