nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerjasama Perdagangan Indonesia-Australia Bebaskan Tarif Bea Masuk

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 13:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 04 320 2025511 kerjasama-perdagangan-indonesia-australia-bebaskan-tarif-bea-masuk-1HcYlVyP3s.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Indonesia dan Australia resmi menjalin kerjasama ekonomi, usai dilakukan penandatanganan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). Perjanjian perdagangan bilateral tersebut memberikan kemudahan akses pasar antar kedua negara dengan pembebasan tarif bea masuk menjadi 0%.

Di mana komoditas Indonesia ke Negara Kanguru itu dikenakan 0%, atau artinya sebanyak 6.474 pos tarif telah dieliminasi Australia menjadi 0%. Sedangkan, terdapat 94% komoditas Australia ke Indonesia yang mendapatkan tarif bea 0%.

"Perjanjian ini akan menghilangkan 100% pos tarif dari Australia (barang Indonesia ke Australia), sedangkan 94% dari pos tarif Indonesia (barang Australia ke Indonesia) akan secara bertahap dihapuskan," ujar Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dalam dalam acara penandatanganan perjanjian dagang IA-CEPA di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

Baca Juga: Mendag Sebut Industri Nasional Siap Hadapi Persaingan Global

Dia menjelaskan, sektor industri utama di kedua negara yang akan mendapat manfaat dari penghapusan tarif ini yakni otomotif, tekstil, karpet/permadani, agri bisnis, makanan dan minuman, hingga furnitur berbahan kayu.

Selain, pembebasan tarif bea, perjanjian tersebut juga melingkupi pengurangan hambatan non-tarif, fasilitasi perdagangan, serta berbagai kemudahan untuk mengakses pasar jasa dan investasi di berbagai sektor.

"Perjanjian ini bertujuan untuk kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif, berkualitas tinggi dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Australia yang mencakup perdagangan barang, perdagangan jasa, perdagangan elektronik, investasi, kerja sama ekonomi, persaingan, dan ketentuan hukum," jelasnya.

Baca Juga: Setelah 9 Tahun Dirundingkan, Indonesia-Australia Teken IA-CEPA

Enggar menyatakan, perjanjian ini juga akan memberikan perlindungan investasi yang lebih kuat, dan mempromosikan iklim bisnis yang lebih stabil serta dapat diprediksi sehingga memungkinkan semakin besarnya aliran investasi langsung asing yang masuk. Terutama pada sektor-sektor seperti pertambangan, energi, besi dan baja, keuangan, pendidikan vokasi dan pariwisata, kesehatan, dan agri bisnis.

Dia juga menjelaskan, kemitraan ini mendorong kedua negara dalam pengembangan sumber daya manusia, memfasilitasi inovasi, mendorong integrasi ke dalam rantai nilai global. "Misalnya dengan cara membangun program pertukaran keterampilan, pelatihan berbasis tempat kerja, hingga mengembangkan pusat inovasi makanan," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini