nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres JK Ungkap Sejumlah Manfaat dari Kerjasama IA-CEPA

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 16:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 04 320 2025617 wapres-jk-ungkap-sejumlah-manfaat-dari-kerjasama-ia-cepa-erdx9xTV8D.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Biro Humas Wapres)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan sejumlah manfaat yang didapatkan Indonesia melalui kerjasama bilateral dengan Australia. Seperti diketahui, pemerintah baru saja menandatangani Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

Dia menjelaskan kerjasama ekonomi tersebut, bukan saja di bidang perdagangan barang, melainkan juga pada investasi dan jasa seperti di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, dan energi.

"Kedua negara akan membangun kemitraan yang menggabungkan layanan dan investasi di bidang-bidang yang menarik bagi Indonesia, misalnya layanan kesehatan dan pendidikan serta pelatihan," katanya dalam sambutan di acara penandatanganan perjanjian dagang IA-CEPA di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

Baca Juga: Indonesia-Australia Teken Perjanjian IA-CEPA, Wapres JK: Sejarah Baru

Dia menjelaskan, di bidang kesehatan maka akan didorong investasi dan kerjasama dengan mitra ataupun pemerintah Indonesia, untuk membangun fasilitas dan layanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, kemitraan ini akan saling menguntungkan kedua pihak.

Selain itu, juga didorong investasi pada bidang pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi. Hal ini sesuai dengan agenda besar Indonesia dalam peningkatan sumber daya manusia, sehingga lebih kompetitif dan siap menghadapi perkembangan zaman.

"Jadi saya ingin melihat investasi di universitas dan pelatihan, serta pendidikan kejuruan di Indonesia," katanya.

Baca Juga: Kerjasama Perdagangan Indonesia-Australia Bebaskan Tarif Bea Masuk

JK juga menyatakan, dalam kolaborasi ekonomi yang strategis antara sektor swasta Indonesia dan Australia, bukan hanya untuk menjadikan satu sama lain sebagai pasar, melainkan juga untuk bermitra guna menargetkan pasar ketiga. Seperti membangun peternakan sapi untuk melayani wilayah Timur Tengah dan Indocina.

"Atau membangun industri makanan menggunakan bahan-bahan bersumber dari Australia, diproduksi di Indonesia untuk pasar global," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini