nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Loyo Lagi ke Rp14.314 per USD

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Jum'at 08 Maret 2019 17:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 08 278 2027510 rupiah-loyo-lagi-ke-rp14-314-per-usd-SPbc8YMrbb.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tertekan pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah berada di level Rp14.300 an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Jumat (8/3/2019) pukul 17.23 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange ditutup melemah 171,5 poin atau 1,21 % ke level Rp14.314 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.220 per USD – Rp14.335 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 175 poin atau 1,23% ke Rp14.310 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.124 per USD – Rp14.335 per USD.

 Baca Juga: BI: Tekanan Rupiah Lebih Banyak karena Faktor Eksternal

Seperti yang diberitakan Okezone, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah seminggu ini banyak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global.

"Oleh karena itu mendorong menguatnya Dolar Amerika Serikat tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan industri manufaktur AS yang cukup baik memberikan sentimen positif untuk dolar. Berbeda dengan apa yang terjadi di Eropa. Di mana pertumbuhan ekonomi lebih rendah, inflasi rendah.

"Dengan kondisi ekonomi Eropa yang memang masih lemah dan inflasi rendah oleh karena itu, akan perpanjang stimulus moneter. Jadi dovish statement dan stimulus moneter buat mata uang euro melemah," katanya.

 Baca Juga: Pagi Ini Rupiah Melemah ke Rp14.231/USD

Dia menambahkan, faktor risiko geopolitik memang seminggu terakhir lebih negatif seperti tidak tercapai kesepakatan AS dan Korea Utara dan ketidakpastian Brexit dan faktor politik lainnya.

"Maka beberapa faktor itu ada tekanan mata uang di berbagai belahan dunia sebab faktor global termasuk dalam beberapa hari ini ada tekanan Rupiah. Saya tegaskan tekanan Rupiah lebih banyak karena faktor eksternal dan faktor domestik semuanya bagus," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini