nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar Menguat, Rupiah Tembus Rp14.200/USD

Okky Wanda lestari, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 17:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 27 278 2035736 dolar-menguat-rupiah-tembus-rp14-200-usd-GaLuScmNrB.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kian melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah pun berada di level Rp14.200-an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Rabu (27/3/2019) pukul 17.20 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange dibuka melemah 35 poin atau 0,25% ke level Rp14.207 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.193 per USD – Rp14.222 per USD.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp15.400 pada 2018, BI: Sekarang Rp14.100

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah 25 poin atau 0,17% ke Rp14.190 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.165 per USD – Rp14.220 per USD.

Meski demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, hingga saat ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS relatif stabil. Rupiah berada dikisaran Rp14.100 per USD.

"Nilai tukar yang pernah mencapai Rp15.400 dapat kita kendalikan akhirnya, sekarang stabil bahkan ada cenderung menguat di sekitar Rp14.100-Rp14.200," ujarnya dalam acara peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) di Komplek Bank Indonesia, Jakarta.

Baca Juga: Rupiah Pagi Ini Tertekan, Nyaris ke Rp14.200/USD

Perry menambahkan, tak hanya nilai tukar dari sisi perekonomian domestik juga pada tahun ini relatif lebih baik. Apalagi pihaknya akan melakukan reformasi struktural untuk memperbaiki iklim investasi.

" Pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, bahkan lebih cepat meningkatnya karena dampak struktural iklim investasi dalam lima tahun terakhir,"ucapnya.

Selain itu, lanjut Perry, BI menyiapkan empat strategi yang diterapkan pada tahun ini adalah terkait reformasi struktural yang harus didorong. Pertama, reformasi untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas, antara lain pengembangan infrastruktur, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta perbaikan iklim investasi.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini