nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Mendag Kumpul Bareng, Ini yang Dibahas

Senin 11 Maret 2019 18:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 11 320 2028568 mantan-mendag-kumpul-bareng-ini-yang-dibahas-3lxbuqmNvz.jpg Foto: Mantan Mendag Kumpul di Kantor Kemendag (Antara)

JAKARTA - Beberapa mantan Menteri Perdagangan RI berkumpul dalam rangkaian Forum Group Discussion (FGD) di kantor Kementerian Perdagangan Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, menjelang rapat kerja Kemendag yang akan digelar pada hari ini.

"Banyak masukan yang kami catat berdasarkan pengalaman masa lalu. Saya sangat mengapresiasi para senior saya, karena terus mengikuti perkembangan perdagangan di dalam neger maupun internasional," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Selasa (11/3/2019).

Mantan Menteri Perdagangan yang hadir yakni Mari Elka Pangestu, Gita Wirjawan, mantan wamendag Bayu Khrisnamurti, Rahadi Ramlan, Muhammad Lutfi Bob Hasan, hingga Arifin Siregar.

Menurut Enggar, terdapat beberapa hal yang menjadi sorotan, di antaranya adalah defisit anggaran yang saat ini terjadi.

Baca Juga: IA-CEPA Diteken, Siapa yang Lebih Diuntungkan?

Enggar memaparkan, hampir seluruh mantan menteri perdagangan yang hadir menyampaikan agar defisit anggaran tidak semata-mata dilihat dari angkanya saja, namun perlu dilihat lebih dalam terkait penyebab tingginya impor.

"Impor yang tinggi itu dari bahan baku dan barang modal, karena investasi dan pembangunan kita yang meningkat, yang baru bisa dinikmati beberapa tahun mendatang," ungkap Enggar.

Selain itu, bukan hanya dari sisi manufaktur, namun ekspor jasa juga perlu didorong, misalnya dari sektor pariwisata.

Baca Juga: Indonesia-Filipina Tingkatkan Kerjasama Perdagangan dan Investasi

Terkait perdagangan, para mantan menteri juga menyampaikan agar Kemendag mengevaluasi keberadaan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan atase perdagangan di berbagai negara agar dapat berkontribusi lebih dalam menjalin perdagangan antara Indonesia dan negara lain.

"Hal yang tidak kalah penting adalah soal kewenangan Kemendag yang mengurus pasar internasional hingga pasar tumpah yang akan dijadikan instrumen, sehingga perlu hati-hati," ungkap Enggar.

Menurut Mendag, diskusi yang dihasilkan tersebut akan menjadi masukan dalam merumuskan program-program Kemendag yang akan dirancang esok.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini