JAKARTA - Kementerian Perdagangan telah menetapkan target ekspor nonmigas pada 2019 tumbuh sebesar 7,5% totalnya menjadi USD175 miliar.
"Pertumbuhan ekspor ditetapkan hanya 7,5%. Apa yang ditetapkan lebih pada realita yang akan kita hadapi di tengah ketidakpastian ekonomi seperti yang disampaikan Presiden," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dilansir dari Antaranews, Kamis (14/3/2019).
Baca Juga: Mendag: Peningkatan Ekspor Nonmigas Itu Pekerjaan Besar
Enggar mengatakan penetapan target ekspor ini didasari dengan perkembangan yang terjadi pada perekonomian dunia yang sedang melambat serta berdasarkan proyeksi dari berbagai lembaga dunia, seperti proyeksi IMF dan World Bank.
Menurut data BPS, secara kumulatif, nilai ekspor (migas dan nonmigas) Indonesia Januari–Desember 2018 mencapai USD180,06 miliar atau meningkat 6,65% dibanding periode yang sama tahun 2017.
Khusus untuk ekspor nonmigas tahun 2018, nilainya mencapai USD162,65 miliar atau meningkat 6,25% dari realisasi ekspor tahun sebelumnya sebesar USD153 miliar.
"Kami tidak berani untuk menargetkan 'double digit' karena melihat perkembangan ekonomi dunia yang melambat ini," kata Enggar.
Ada pun lima sektor yang menjadi prioritas komoditas ekspor sesuai dengan Industri 4.0 adalah makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik dan kimia.
Enggar menambahkan meski Indonesia masih mengalami defisit neraca perdagangan 2018 sebesar USD8,57 miliar, nilai ekspor bisa tumbuh selama investasi terus dilakukan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.