nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investor Pasar Modal Syariah Meningkat 92%

Sabtu 16 Maret 2019 08:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 278 2030262 investor-pasar-modal-syariah-meningkat-92-iUvOCenXU0.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi perkembangan pasar modal syariah. Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai fasilitator transaksi efek di pasar modal ikut aktif mengembangkan pasar modal syariah dengan melakukan berbagai edukasi secara berkala. Edukasi pasar modal syariah perlu terus dilakukan karena masih banyak masyarakat muslim yang belum memahami manfaat berinvestasi di pasar modal, dan mempersoalkan halal dan haramnya berinvestasi di efek-efek pasar modal.

Apabila didefinisikan, Pasar Modal Syariah adalah seluruh kegiatan di pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Dalam pelaksanaan aktivitasnya, pasar modal syariah Indonesia yang merupakan bagian dari industri keuangan syariah diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dibawah direktorat pasar modal syariah.

Tonggak sejarah kelahiran pasar modal syariah Indonesia diawali dengan diterbitkannya reksa dana syariah pertama pada tahun 1997. Kemudian diikuti dengan diluncurkannya Jakarta Islamic Index (JII) sebagai indeks saham syariah pertama, yang terdiri dari 30 saham syariah paling likuid di Indonesia, pada tahun 2000. Selanjutnya, sukuk pertama di Indonesia dengan menggunakan akad mudarabah diterbitkan pertama kali tahun 2002.

Baca Juga: Jawa Barat Dinilai Potensial untuk Investasi Pasar Modal, Ini Alasannya!

Kebangkitan pasar modal syariah Indonesia diawali dengan diluncurkannya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebagai indeks komposit saham syariah, yang terdiri dari seluruh saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada tahun 2011. Kemudian diikuti dengan diluncurkannya Syariah Online Trading System (SOTS) oleh perusahaan efek pada tahun yang sama.

SOTS adalah sistem pertama di dunia yang dikembangkan untuk memudahkan investor syariah dalam melakukan transaksi saham sesuai prinsip Islam. Pada tahun 2013, Bank Syariah Mandiri menjadi Bank RDN Syariah pertama. Selain itu, pada tahun yang sama, ETF Syariah pertama diluncurkan di Indonesia. Bank Panin Syariah menjadi Perusahaan Tercatat syariah pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014.

Berkat serangkaian edukasi mengenai pasar modal syariah yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor syariah telah bertambah 92% dari 23.207 investor pada tahun 2017, menjadi 44.536 per akhir 2018. Divisi Pasar Modal Syariah BEI telah mengadakan kegiatan edukasi pasar modal syariah (PMS) sebanyak 233 kegiatan di 82 kota di Indonesia sepanjang tahun 2018.

Tahun 2019 ini BEI akan terus mengadakan kegiatan edukasi Pasar Modal Syariah agar penambahan jumlah investor syariah lebih banyak lagi. Divisi Pasar Modal Syariah BEI telah menjadwalkan 183 kegiatan yang akan dilaksanakan di 59 kota di Indonesia selama tahun 2019.

ihsg

Bentuk program pengembangan PMS yang diadakan BEI berupa edukasi, literasi, dan inklusi pasar modal syariah yang dilakukan baik secara reguler maupun kerja sama dengan pihak lain. Untuk program edukasi pasar modal syariah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS), Workshop Pasar Modal Syariah dan Aktivasi Investor Saham Syariah.

Program edukasi pasar modal syariah dibuat untuk penyebarluasan informasi dan meningkatkan kesadaran (awareness) masyarakat tentang investasi di pasar modal syariah Indonesia. Sementara Workshop Pasar Modal Syariah merupakan program edukasi pasar modal syariah dengan tujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat menjadi investor saham syariah di pasar modal syariah Indonesia. Sedangkan Aktivasi investor saham syariah adalah program edukasi pasar modal syariah dengan tujuan meningkatkan jumlah investor yang melakukan transaksi saham syariah, baik secara rutin maupun insidentil.

Kegiatan edukasi PMS 2019 diadakan Divisi Pasar Modal Syariah BEI bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI), Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), BAZNAS, Kalangan Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Dakwah NU (LDNU), GP Ansor dan Fatayat NU, Komunitas Hijabers, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Komunitas Investor Saham Pemula (ISP). Berbagai kelompok masyarakat atau organisasi bisa mengajukan permintaan program edukasi kepada BEI.

(TIM BEI)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini