nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor Industri Turun karena Sawit, BPS: Bukan Deindustrialisasi

Jum'at 15 Maret 2019 14:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 15 320 2030369 ekspor-industri-turun-karena-sawit-bps-bukan-deindustrialisasi-hSJQypjCz7.jpg Ilustrasi Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suharyanto menyampaikan bahwa terjadinya penurunan ekspor industri pengolahan pada Februari 2019 bukan karena terjadinya deindustrialisasi di Indonesia.

"Tidak deindustrialisasi. Ekspor industri pengolahan mengalami penurunan karena minyak kelapa sawit, produksinya tetap baik, namun terjadi penurunan harga," kata Suharyanto, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Kecuk, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa penurunan ekspor tekstil dan produk tekstil serta produk sepatu ke Amerika Serikat lebih dipengaruhi oleh musim yang tengah terjadi di Negeri Paman Sam itu.

Baca Juga: Jabar dan Jatim Dominasi 21,52% Ekspor, Kaltim Tak Mau Ketinggalan

Menurut data BPS, ekspor industri pengolahan pada Februari 2019 mencapai USD9,41 miliar atau turun 7,71% jika dibandingkan Januari 2019 dan turun 8,06% jika dibandingkan Februari 2018.

Kendati demikian, sektor industri pengolahan masih berkontribusi paling tinggi, yakni sebesar 75,12%, jika dibandingkan dengan ekspor sektor lainnya, yaitu tambang 14,33%, migas 14,33%, dan pertanian 1,86%. Adapun ekspor nonmigas menyumbang 91,31% dari total ekspor pada Februari 2019.

Baca Juga: Turun 11,33%, Ekspor Februari Tercatat USD12,53 Miliar

Penurunan terbesar ekspor nonmigas terhadap Januari 2019 yakni bahan kimia organik turun 98,4%, alas kaki turun 138,7%, kelompok bijih, kerak, dan abu logam turun 149,5%, kelompok lemak dan minyak hewan/nabati turun 208,9%, serta bahan bakar mineral turun 282,1%.

Kendati demikian, ekspor beberapa golongan barang mengalami peningkatan, di antaranya perhiasan naik 227,5%, tembaga naik 62,9%, bubur kayu atau pulp naik 38,7 persen, timah 33,1%, dan bahan kimia anorganik 21,1%.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini