nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjelasan Lengkap Menpar soal Turunnya Target Devisa Pariwisata

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 16:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 18 320 2031657 penjelasan-lengkap-menpar-soal-turunnya-target-devisa-pariwisata-7dUSdQcbx6.jpg Foto: Menpar Arief Yahya (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menargetkan mampu kumpulkan devisa dari sektor pariwisata sebesar USD17,6 miliar pada tahun ini. Target tersebut memang menurun dari rencana awal yang sebesar USD20 miliar.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, target dari devisa tahun ini sudah berdasarkan penghitungan yang tepat. Hal itu merujuk pada realisasi devisa yang bisa dikumpulkan sebelumnya, pada tahun lalu hanya mencapai USD16 miliar dari target USD17 miliar.

"Orang membuat proyeksikan berdasarkan realisasi. Tahun lalu dari target USD17 miliar kenyataannya kan terealisasi hampir USD16 miliar," kata dia ditemui di Gedung Pusat BI, Jakarta, Senin (18/3/2019).

Baca Juga: Devisa dari Pariwisata Ditargetkan Capai USD17,6 Miliar di 2019

Dia menjelaskan, pada tahun lalu realisasi yang yang tak tercapai itu juga didorong faktor yang diluar kendali pemerintah, yakni bencana alam. Hal itu mempengaruhi wisatawan mancanegara (wisman) untuk mau berkunjung ke Indonesia.

"Penyebabnya itu kena bencana. Mau kritik apa saja, susah karena memang kena bencana," ujarnya.

Pada tahun ini, dengan target devisa tersebut, jumlah kunjungan wisman pun diproyeksikan bisa mencapai 20 juta. Oleh sebab itu, sejumlah langkah strategi pun disusun untuk bisa mencapai target devisa dan kunjungan wisman tahun ini.

Baca Juga: Promosikan Pariwisata Indonesia, Menkominfo: Pemerintah harus Jadi 'Mak Comblang'

Di antaranya mulai dari pembangunan infrastruktur yang berkaitan pariwisata, mendorong pengembangan atraksi wisata melalui pengembangan pariwisata di daerah perbatasan (crossboarder tourism) dengan penyelenggaraan sejumlah kegiatan wisata secara periodik, hingga memperkuat promosi pariwisata nasional untuk meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan mancanegara. Hal itu dilakukan melalui promosi digital (marketplace), pengembangan paket wisata, perluasan paket promo wisata (hot deals) di destinasi wisata, serta promosi di beberapa lokasi yang menjadi regional tourism hub.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, pihaknya optimistis target tersebut bisa dicapai. Sebab, menurutnya berbagai indikator kondisi Indonesia menunjukkan hasil positif.

"Digitalisasi akan kita tingkatkan, target 20 juta bukan mustahil, angka yang sangat konservatif, juga target devisa USD17,6 miliar saya kira optimis. Ekonomi bagus, pariwisata bagus, tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini