nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ikuti The Fed, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 12:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 21 20 2033015 ikuti-the-fed-bi-diprediksi-tahan-suku-bunga-acuan-EskS6ONBaO.jpg Bank Indonesia. Foto: Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diproyeksikan masih menahan suku bunga acuannya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Maret 2019. Hal ini didorong upaya BI untuk menjaga inflasi, mempertahankan daya tarik investor asing, hingga mendorong stabilitas nilai tukar Rupiah.

Terlebih Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, baru saja memutuskan menahan suku bunga acuan (Fed Fund Rate/FFR) di level 2,25%-2,50%, pada Kamis (21/3/2019). Hal itu berdasarkan hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) The Fed selama dua hari.

"Merespons keputusan The Fed tersebut, Bank Indonesia diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 6%," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Okezone, Kamis (21/3/2019).

Baca Juga: Menanti Pengumuman Kebijakan Suku Bunga Acuan BI

Josua menilai, keputusan itu diambil mengingat level suku bunga tersebut konsisten dengan upaya BI untuk menjangkar ekspektasi inflasi, yang ditargetkan 3,5 plus minus 1%. Serta menjaga daya tarik aset keuangan domestik yang mendorong stabilitas kurs Rupiah.

"Sementara itu, BI masih akan mencermati dan memastikan bahwa level suku bunga kebijakan saat ini juga konsisten untuk mengarahkan penurunan defisit transaksi berjalan ke arah yang lebih sehat," jelas dia.

Senada, Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto juga menilai, BI akan menahan suku bunga acuannya. Hal itu mempertimbangkan faktor eksternal maupun internal.

Dari faktor eksternal yakni dipengaruhi arah gerak suku bunga acuan The Fed, yang juga baru saja menahan suku bunganya. Selain itu juga mempertimbangkan kebijakan bank sentral di dunia, di mana saat ini juga cenderung menahan suku bunga acuannya. Bahkan Bank of Japan (BOJ) dan European Central Bank (ECB) malah sudah menurunkan suku bunga acuan.

perry

"Sedangkan dari faktor internal, BI dan pemerintah memiliki stance yang sama, yakni stability over growth, sehingga pilihan paling rasional dan taktis adalah RDG BI tetap menahan suku bunga acuan di level 6%," jelas dia.

Ryan menyatakan, level bunga acuan BI saat ini sudah priced in atau factored in, sebab sudah mempertimbangkan peluang FFR naik 25-50 bps di tahun 2019. Sebelumnya, langkah BI di tahun 2018 lalu yang secara agresif menaikkan suku bunga acuan sebesar 175 bps dari 4,25% ke 6% merupakan langkah preemptive dan ahead the curve yang tepat mengiringi kenaikan FFR 100 bps saat itu.

"Sehingga jika RDG BI saat ini tidak menaikkan suku bunga adalah langkah tepat," imbuh dia.

Baca Juga: The Fed Diyakini Tak Agresif, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga

Menurutnya, keputusan itu bisa membantu penguatan daya tahan ekonomi Indonesia terhadap tekanan eksternal (trade war, risiko geopolitik dan Brexit), juga menjaga stabilitas makroekonomi khususnya Rupiah. Serta mempertahankan daya tarik investor asing untuk memegang aset dalam Rupiah karena lebih atraktif.

Tak hanya itu, juga turut membantu masuknya dana asing (capital inflows) yang dapat menguatkan kurs Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSD), serta memperkecil defisit transaksi berjalan (CAD) menjauhi 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Momentum pertumbuhan pun masih bisa dikelola dengan baik.

"Ditahannya suku bunga BI juga akan disambut gembira kalangan perbankan, sektor riil dan investor portofolio karena level 6% ini dinilai akomodatif," tutup dia.

(kmj)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini