nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 14:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 21 20 2033094 alasan-bi-tahan-suku-bunga-acuan-di-level-6-OzZxviuKR5.jpeg Bank Indonesia. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA – Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%. Keputusan tersebut konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal perekonomian, khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan suku bunga dan nilai tukar tetap difokuskan pada stabilitas eksternal. Bank Indonesia menempuh kebijakan-kebijakan lain yang lebih akomodatif untuk mendorong permintaan domestik.

“BI Terus menempuh strategi operasi moneter untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas melalui transaksi term-repo secara reguler dan terjadwal, di samping FX Swap,” kata dia di Gedung BI, Kamis (21/3/2019).

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6%

Dia melanjutkan, bank sentral juga memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan menaikkan kisaran batasan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dari 80-92% menjadi 84-94% untuk mendukung pembiayaan perbankan bagi dunia usaha.

Tak hanya itu, BI mengakselerasi kebijakan pendalaman pasar keuangan dengan antara lain, memperkuat market conduct melalui pemenuhan kewajiban sertifikasi tresuri bagi pelaku pasar dan mendorong penggunaan instrumen lindung nilai terhadap perubahan suku bunga domestik melalui penerbitan ketentuan pelaksanaan tentang instrumen derivatif suku bunga Rupiah Interest Rate Swap (IRS) – Overnight Index Swap (OIS).

perry

“Kami memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif, yaitu Memperluas program elektronifikasi untuk penyaluran bansos, transportasi dan keuangan pemerintah daerah dan Mempersiapkan standardisasi QR Code payment dengan model MPM (Merchant Presented Mode) ke dalam QRIS (QR Indonesia Standard) untuk memperluas interkoneksi dalam rangka mendukung ekosistem ekonomi keuangan digital,” ucap dia.

Selain itu, BI melakukan koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait juga terus dipererat untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, khususnya dalam pengendalian inflasi dan defisit transaksi berjalan, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan, khususnya dalam mendorong permintaan domestik dan menjaga stabilitas eksternal dengan mendorong ekspor, pariwisata dan aliran modal asing. (kmj)

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini