JAKARTA - PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) mencatatkan penjualan bersih Rp10,16 triliun sepanjang 2018 atau terkoreksi 16,07% dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp12,1 triliun. Beban pokok penjualan membaik menjadi Rp9,46 triliun dari sebelumnya Rp10,75 triliun.
Dilansir dari Harian Neraca, Selasa (26/3/2019), beban penjualan naik dari Rp136,61 miliar menjadi Rp141,13 miliar. Di sisi laba,laba usaha tercatat anjlok 79,93% menjadi Rp169,62 miliar pada 2018, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp845,06 miliar.
Baca Jugaa; HSF Jadi Pengendali Baru Saham Kirana Megatara
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga jatuh 99,62% menjadi Rp1,59 miliar pada 2018, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih sebesar Rp423,17 miliar. Di sisi lain, total aset perseroan per 31 Desember 2018 tercatat senilai Rp3,55 triliun, turun 0,24% dibandingkan dengan total aset per 31 Desember 2017 yang sebesar Rp3,56 triliun. Adapun total liabilitas dan ekuitas masing-masing senilai Rp2,09 triliun dan Rp1,46 triliun.

Belum lama ini, emiten pengolahan karet ini memperoleh dana segar sebesar Rp282 miliar dari hasil rights issue untuk mengakuisisi pabrik. Angka ini masih lebih rendah dari target dana yang diincar sebesar Rp583 miliar. Corporate Secretary Kirana Megatara, Ferry Sidik pernah mengatakan, pelaksanaan rights issue tidak mencapai target karena salah satu pemegang saham utama, yakni PT Triputra Persada Megatara, tidak melaksanakan haknya. Selanjutnya, sisa HMETD yang tidak diambil akan hangus.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.