OJK: Pertumbuhan Kredit di Februari 2019 Capai 12,13%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 17:14 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 28 320 2036231 ojk-pertumbuhan-kredit-di-februari-2019-capai-12-13-w1XRp2JuYw.jpeg Konferensi Pers OJK (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan tren peningkatan. Pada Februari 2019, penyaluran kredit tumbuh sebesar 12,13% (year on year/yoy). Di mana pada Januari 2019 pertumbuhannya sebesar 11,9%.

Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Yohannes Santoso Wibowo mengatakan, pertumbuhan kredit itu di dorong tingginya pembiayaan untuk kegiatan investasi.

"Sehingga pertumbuhan ini juga memberikan harapan peningkatan aktivitas ekonomi ke depan," kata dia di Gedung Radius Prawiro Kompleks BI, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Baca Juga: Kredit Bermasalah UMKM Capai 3,79% di Januari 2019

Adapun dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat mengalami pertumbuhan 6,57% yoy di Februari 2019. Lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 6,4%.

Perbaikan kinerja intermediasi tersebut disertai dengan terjaganya rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL). OJK mencatat NPL gross perbankan sebesar 2,59% dan NPL net 1,17%. Sementara rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan stabil pada level 2,70%.

"Risiko pasar perbankan juga berada pada level yang rendah, dengan rasio Posisi Devisa Neto (PDN) perbankan sebesar 1,92%, di bawah ambang batas ketentuan," jelas dia.

grafik

Yohanes menjelaskan, pertumbuhan intermediasi juga didukung likuiditas perbankan yang memadai, tercermin dari liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 218,45% dan non core deposito sebesar 107,25%.

Jumlah total aset likuid perbankan mencapai Rp1.162 triliun pada akhir Februari 2019. Angka ini dinilai berada pada level yang memadai untuk mendukung pertumbuhan kredit ke depan.

"Permodalan perbankan juga tercatat cukup kuat yang ditunjukkan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang sebesar 23,86%," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini